Pranala.co, SAMARINDA – Program Gratispol Pendidikan yang digadang Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) belum berjalan mulus. Lambannya pencairan dana dan belum sinkronnya data penerima manfaat membuat mahasiswa resah.
Program ini sebenarnya menjanjikan kuliah gratis bagi putra-putri daerah, baik di perguruan tinggi negeri (PTN) maupun swasta (PTS). Namun hingga kini, realisasinya masih tersendat.
Rektor Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda, Prof. Zurqoni, mengungkapkan pihaknya masih menunggu kepastian. Data mahasiswa penerima program masih divalidasi antara tim Gratispol dan kampus.
“UINSI sudah menutup pendaftaran mahasiswa baru dan perkuliahan berjalan. Tapi mahasiswa penerima Gratispol belum membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT). Kami pun tak bisa memaksa mereka, sebab dana dari pemerintah belum cair,” kata Zurqoni.
Ia menegaskan pentingnya percepatan realisasi. Tanpa kepastian, status pembayaran UKT mahasiswa tetap menggantung. “Kami sudah berkoordinasi, tapi sampai sekarang belum ada tanggal pasti pencairan,” ujarnya.
Situasi sedikit berbeda di perguruan tinggi swasta. Rektor Universitas Widya Gama Mahakam (UWGM), Prof. Husaini Usman, mengatakan pendaftaran program Gratispol masih dibuka hingga akhir September. Kuota tersedia cukup besar, mencapai 960 orang.
Namun, jadwal pengumuman penerima juga belum jelas. “Kemungkinan awal Oktober. Bisa tanggal 1 atau 2. Tapi timeline resminya belum ada,” kata Husaini.
Ketidakpastian ini membuat mahasiswa gusar. Seorang mahasiswa UINSI yang enggan disebutkan namanya mengaku khawatir.
“Saya berani kuliah karena ada program ini. Tapi sekarang bingung. Kalau harus bayar duluan, saya terpaksa berhenti kuliah. Dana saya tidak ada,” keluhnya.
Program Gratispol Pendidikan diharapkan menjadi solusi pemerataan akses pendidikan tinggi sekaligus memperkuat sumber daya manusia di Kaltim. Namun tanpa kepastian jadwal pencairan dan skema yang jelas, tujuan mulia itu bisa terhambat.
Mahasiswa pun berharap, pemerintah bergerak cepat. Sebab bagi mereka, kepastian kuliah bukan hanya soal administrasi, tapi juga masa depan. (TIA)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami


















