Pranala.co, BONTANG — Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, suasana Kota Bontang mulai bergerak. Arus manusia diprediksi meningkat. Ibadah keagamaan berlangsung. Mobilitas warga pun melonjak.
Polres Bontang bersiap. Pengamanan diperketat. Lima pos resmi dioperasikan sejak Jumat (19/12/2025). Tujuannya satu. Memberi rasa aman. Menjaga kelancaran. Menghadirkan kenyamanan bagi masyarakat, khususnya umat Kristiani yang akan beribadah.
Lima pos itu tersebar di titik-titik strategis. Dua pos pelayanan. Dua pos terpadu. Satu pos pengamanan. Pos terpadu ditempatkan di Simpang Tiga Ramayana dan Pelabuhan Loktuan. Dua kawasan dengan aktivitas tinggi saat libur akhir tahun.
“Pos terpadu bersiaga di titik strategis. Untuk memantau keamanan dan pergerakan masyarakat,” kata Kabag Ops Polres Bontang, Kompol Supriyadi, Senin (22/12/2025).
Sementara itu, dua pos pelayanan berada di Pos Perangat dan Pos Tanah Datar, Kabupaten Kutai Kartanegara. Meski berada di wilayah administrasi Kukar, kedua titik ini masih masuk wilayah hukum Polres Bontang. Jalurnya vital. Menjadi akses utama mobilisasi darat, terutama di poros Bontang–Samarinda.
Satu pos pengamanan lainnya didirikan di kawasan Bontang City Mall. Fokusnya jelas. Mengantisipasi lonjakan pengunjung. Menjaga ketertiban di pusat perbelanjaan.
“Dua pos di Perangat dan Tanah Datar sangat penting. Jalur ini selalu padat saat Nataru,” ujar Supriyadi.
Pengamanan ini merupakan bagian dari Operasi Lilin 2025. Operasi berlangsung 14 hari. Dimulai 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026. Sebanyak 447 personel dikerahkan. Rinciannya, 300 personel Polri. Sisanya, 147 personel gabungan dari TNI dan instansi terkait.
“Operasi ini untuk menjamin ibadah Natal berjalan aman dan malam pergantian tahun tetap kondusif,” jelasnya.
Di lapangan, tugas setiap pos berbeda. Pos terpadu Pelabuhan Loktuan fokus memantau arus keluar-masuk penumpang jalur laut. Pendataan diperketat. Pengawasan ditingkatkan.
Sementara Pos Perangat dan Tanah Datar mengawasi arus mudik dan balik jalur darat. Terutama di ruas poros Bontang–Samarinda yang rawan padat.
Namun, tantangan tetap ada. Salah satunya keterbatasan armada mobil derek di jalur tersebut.
“Kami akui itu masih kendala. Tapi sudah kami koordinasikan dengan instansi terkait,” ungkap Supriyadi.
Kapolres Bontang, AKBP Widho Anriano, memberi penekanan khusus. Ia meminta seluruh personel siaga penuh. Solid. Profesional. Dan tetap humanis.
“Kehadiran polisi harus menenangkan. Memberi rasa aman. Bukan sebaliknya,” tegas Widho.
Ia menekankan, pengamanan Nataru bukan sekadar rutinitas. Ini soal kehadiran negara. Soal memastikan ibadah Natal berlangsung khidmat. Soal menjaga suasana damai saat Tahun Baru 2026 tiba.
“Pahami tugas masing-masing. Layani masyarakat dengan hati,” pesannya. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami

















