PENAJAM – Penjabat Gubernur Kaltim, Akmal Malik, kembali bersilaturahmi dengan warga Kelurahan Sepaku, Kecamatan Penajam Paser Utara, yang terdampak langsung proyek jalan tol seksi 6A dan 6B serta program pengendali banjir dan normalisasi sungai di Ibu Kota Nusantara (IKN).
Dalam pertemuan tersebut, Akmal Malik mengungkapkan bahwa sebanyak 35 kepala keluarga dari Desa Pemaluan terkena dampak proyek jalan tol dan 22 kepala keluarga dari Kelurahan Sepaku terkena dampak program pengendalian banjir.
Meskipun demikian, ia menegaskan komitmen Pemerintah untuk memastikan bahwa proses penyelesaian dampak sosial ini tidak akan merugikan masyarakat. Menurut Akmal, pendekatan yang diambil mengikuti arahan Presiden RI Joko Widodo untuk memperlakukan masyarakat sebagai bagian integral dari proses penyelesaian masalah.
“Walaupun pertemuan ini hanya sebatas silaturahmi dan identifikasi awal, kami akan terus melakukan pendekatan humanis kepada warga terdampak,” ujarnya.
Pemprov Kaltim bersama dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN/ATR), Kementerian PUPR, TNI, Polri, serta instansi terkait lainnya, telah sepakat untuk melakukan pendekatan persuasif dalam menangani masalah ini.
Langkah-langkah konkret seperti melakukan door to door kepada warga selama dua hari berturut-turut bertujuan untuk mendengarkan langsung kebutuhan dan masalah yang dihadapi oleh warga.
“Semua pihak mendukung pembangunan IKN. Yang menjadi persoalan adalah bagaimana kita menjaga hak-hak mereka,” tegas Akmal.
Ia menekankan pentingnya menyelesaikan permasalahan sosial dengan pendekatan hati dan tanpa mengorbankan kepentingan masyarakat.
Akmal mengakhiri dengan merujuk pada arahan Presiden untuk tidak mengorbankan siapapun dalam penyelesaian masalah sosial ini.
“Ini adalah komitmen kami untuk menyelesaikan masalah dengan cara yang adil dan menghormati hak-hak warga,” pungkasnya.


















