Pranala.co, BONTANG — Pesta Laut Bontang Kuala 2025 resmi dimulai. Pelataran Bontang Kuala menjadi saksi pembukaan agenda budaya tahunan itu, Rabu (17/12/2025). Suasananya meriah. Sarat makna. Penuh nuansa tradisi pesisir.
Denting musik tradisional mengalun sejak awal acara. Tarian Nusantara tampil bergantian. Geraknya lincah. Warnanya semarak. Aroma laut ikut menyatu, menguatkan identitas Bontang Kuala sebagai kampung pesisir yang hidup dari laut.
Pembukaan berlangsung khidmat. Sejumlah prosesi adat digelar. Salah satunya pemasangan podong di kepala para pejabat. Prosesi ini menjadi simbol penghormatan adat dan penerimaan secara budaya.
Puncak acara ditandai ritual Balai Pompong Balai. Ritual sakral itu dipimpin langsung Aji Muhammad Arifin, Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke-21. Doa bersama dipanjatkan. Harapannya satu. Keselamatan. Keberkahan. Kesejahteraan bagi Kota Bontang dan warganya.
Ketua Panitia Pesta Laut Bontang Kuala 2025, Agung Anugrah, menegaskan bahwa pesta laut bukan sekadar hiburan. Lebih dari itu, ia adalah warisan budaya yang dijaga lintas generasi.
“Pesta laut adalah identitas masyarakat Bontang Kuala. Di dalamnya ada gotong royong, rasa syukur, dan penghormatan kepada laut sebagai sumber kehidupan,” ujarnya dalam laporan panitia.
Pesta Laut digelar selama lima hari. Terhitung sejak 17 hingga 21 Desember 2025. Ragam kegiatan budaya disiapkan untuk masyarakat. Mulai dari seni tari dan musik tradisional, hingga olahraga rakyat yang kini mulai jarang ditemui.
Sejumlah lomba khas pesisir juga digelar di atas laut. Ada balap kapal. Lomba dayung. Tarik tambang di atas perahu. Hingga tombak duyung. Atraksi ini menjadi daya tarik tersendiri. Sekaligus sarana edukasi bagi generasi muda.
“Tujuannya untuk melestarikan budaya lokal dan memperkuat Bontang Kuala sebagai destinasi wisata budaya,” tambah Agung.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menilai Pesta Laut memiliki dampak luas. Bukan hanya pada pelestarian budaya. Tetapi juga pada penguatan ekonomi warga.
Menurutnya, kegiatan ini memberi ruang bagi pelaku UMKM untuk tumbuh. Warga bisa berjualan. Wisatawan datang. Perputaran ekonomi pun terjadi.
“Pesta Laut bukan hanya menjaga warisan budaya. Ini juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat. Budaya dan kesejahteraan bisa berjalan beriringan,” tutur Neni.
Pesta Laut Bontang Kuala 2025 diharapkan terus lestari. Menjadi ruang edukasi budaya. Penguat identitas pesisir. Sekaligus magnet wisata yang membanggakan Kota Bontang.(*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami

















