PRANALA.CO – Anggota DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) dari Fraksi Golkar Kaharudin Jafar menggelar sosialisasi Wawasan Kebangsaan Sosbang pertama untuk tahun 2024 ini digelar di Ruang pandan Hotel Bintang Sintuk, Senin (29/01/2024).
Selain KJ–sapaan akrabnya, hadir pula Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HSNI) Bontang Samsudin Banna dan Ketua Pengurus Pusat Himpunan Mahasiswa Bontang (PP HMB) menjadi narasumber Sosbang kali ini.
Menurut Kaharudin Jafar, wawasan Kebangsaan ini sangat penting disosialisasikan kepada masyarakat, terutama 4 pilar kebangsaan yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) serta Bhineka Tunggal Ika.
“Jadi sosialisasi empat pilar kebangsaan ini untuk menumbuhkan kembali kesadaran masyarakat dalam berbangsa dan bernegara,” kata legislator dapil Bontang, Kutai Timur, Berau ini.
Ia menyampaikan, bahwa wawasan kebangsaan ini sangat penting dalam memperkuat rasa persatuan dan kesatuan di lingkungan masyarakat dengan beragam suku, agama serta golongan agar tetap hidup rukun.
“Memang saat ini mata pelajaran pendidikan moral pancasila sudah tidak ada di sekolah. Sehingga diharapkan dengan adanya sosialisasi ini dapat memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang pancasila,” terang Anggota DPRD Kaltim, Kaharudin Jafar.
Sementara Samsudin Banna dalam penjelasannya mengungkapkan bahwa 4 pilar kebangsaan mesti dipahami warga negara agar menjadi pedoman kita dalam bernegara.
“Empat pilar kebangsaan memberikan pembelajaran lebih mengenai Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika, guna meningkatkan kesadaran kita tentang kehidupan berbangsa dan bernegara bersama masyarakat,“ ucapnya.
Mantan ketua KNPI Bontang ini berharap melalui momentum Pemilihan umum hendaknya 4 pilar kebangsaan dapat menjadi bekal agar semua masyarakat untuk bijak dalam menentukan pilihan.
“Semoga pemilu berjalan dengan damai dan lancar, semua kita sudah menentukan pilihan dan tidak golput,“ harapnya.
Sementara Ketua PP HMB Febri menjelaskan pentingnya membangun kesadaran berpolitik bagi anak muda. Hendaknya Setiap warga negara termasuk generasi muda tidak acuh dengan kondisi politik. Hal itu penting agar setiap warga negara dapat berpartisipasi dalam mengawal proses pemilu hingga pengambilan keputusan para petinggi negeri.
“Siapa lagi yang berpotensi mengawal pesta demokrasi yang kita harapkan jadi media aspirasi masyarakat, karena setiap pengambilan keputusan dalam politik berperan penting dalam menentukan masa depan daerah dan bangsa kita,”ungkap Febri. (ADS)

















