KUTIM, Pranala.co – Harapan agar anak-anak Kutai Timur (Kutim) semakin mudah mengakses pendidikan lewat beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) masih menemui tantangan. Penyerapan beasiswa yang digelontorkan melalui aspirasi Hetifah Sjaifudian, Ketua Komisi X DPR RI, belum mencapai target maksimal.
Hal itu diungkapkan langsung Wakil Bupati Kutai Timur, Mahyunadi, saat menghadiri acara serah terima beasiswa PIP di Aula SMK Negeri 2 Sangatta Utara, Rabu (14/5/2025).
“Kita berterima kasih kepada Ibu Hetifah atas aspirasinya. Tapi dari kuota 20 ribu per tahun, yang terserap baru 7.000 sampai 8.000. Ini perlu perhatian semua pihak,” ujar Mahyunadi di hadapan para guru, siswa, dan orang tua.
Ia menduga, rendahnya serapan ini karena kurangnya sosialisasi di tingkat sekolah dan masyarakat. Mahyunadi pun berharap ke depan, para kepala sekolah lebih aktif menyampaikan informasi ke orang tua murid agar tak ada lagi siswa yang terlewat.
Di tempat yang sama, Koordinator Tim PIP Kutim, Irwan Usdiono, memaparkan bahwa sejak program ini berjalan, Kutai Timur sudah menerima 35.271 beasiswa dari jenjang SD hingga perguruan tinggi.
Namun, dari kuota 20 ribu per tahun anggaran, mayoritas belum terserap maksimal. Selain kurangnya sosialisasi, menurut Irwan, banyaknya program beasiswa dari Pemprov dan Pemda juga membuat PIP kurang menjadi prioritas.
“Hanya 7 ribu sampai 8 ribu yang terserap tiap tahun. Kami ingin ini bisa lebih maksimal. Sayang kalau jatah itu tak dimanfaatkan,” kata Irwan.
Untuk tahun ini, pendaftaran beasiswa PIP sudah dibuka sejak 1 April hingga 10 Mei 2025. Irwan mengaku, tingkat partisipasi menunjukkan tren meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
Ia juga menyoroti kebijakan sejumlah sekolah yang menggilir penerima beasiswa, padahal seharusnya anak dari keluarga tidak mampu bisa mendapatkan bantuan setiap tahun.
“Kami sarankan agar siswa kurang mampu selalu diprioritaskan. Jangan sampai mereka tidak bisa sekolah karena terbatas biaya,” imbuhnya.
Setiap sekolah, lanjut Irwan, mendapat kuota 400 siswa per tahun, yang dibagi dalam dua tahap—200 siswa di tahap pertama, dan 200 siswa di tahap kedua.
Dalam kesempatan tersebut, Irwan juga mengajak Pemerintah Daerah untuk lebih aktif bersinergi dengan pemerintah pusat agar manfaat beasiswa ini benar-benar sampai ke sasaran.
“Dengan hadirnya Pak Wabup, kami berharap Pemda bisa mendukung dari sisi sarana dan prasarana. Supaya peningkatan pendidikan di Kutim bisa benar-benar terwujud,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala SMKN 2 Sangatta Utara, Puji Astuti Rahayu Efendi, turut menyampaikan apresiasi atas beasiswa PIP aspirasi Hetifah Sjaifudian. Menurutnya, bantuan ini sangat membantu siswa dari keluarga kurang mampu.
“Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian Ibu Hetifah dan pemerintah daerah. Beasiswa ini sangat berarti bagi siswa kami,” ujar Puji Astuti. [JS/ID]
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami


















