BONTANG, Pranala.co — Pemerintah Kota Bontang menerapkan sistem penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) melalui transfer ke rekening penerima. Kebijakan ini diambil untuk memastikan bantuan sosial tepat sasaran sekaligus meminimalkan potensi penyimpangan.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menegaskan bahwa penyaluran secara non-tunai dipilih sebagai langkah pengawasan agar distribusi bantuan lebih transparan.
“Saya tidak ingin pembagian dilakukan secara langsung karena berisiko tidak tepat sasaran. Sistemnya by name by address,” ujarnya.
Penerapan sistem transfer ini diakui membutuhkan kesiapan data yang lebih akurat, termasuk sinkronisasi dengan sistem perbankan. Hal tersebut menjadi salah satu faktor keterlambatan penyaluran BLT di awal tahun.
Selain itu, jumlah penerima bantuan juga mengalami penyesuaian. Dari sebelumnya sekitar 1.330 orang, kini menyusut menjadi 927 warga setelah dilakukan verifikasi dan pencocokan data dengan bantuan pemerintah pusat.
Langkah ini dilakukan untuk menghindari penerima ganda antara bantuan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Tidak boleh ada penerima ganda, karena tujuan bantuannya sama, yakni membantu masyarakat kurang mampu,” jelas Neni.
Setiap penerima BLT akan mendapatkan bantuan sebesar Rp300 ribu per jiwa. Dalam satu keluarga, jumlah bantuan yang diterima dapat lebih besar tergantung jumlah anggota yang terdaftar.
“Kalau dalam satu keluarga ada empat orang, totalnya bisa Rp1,2 juta. Ini cukup membantu untuk kebutuhan dasar,” katanya.
Program BLT ini difokuskan untuk kelompok rentan, seperti lanjut usia, penyandang disabilitas, serta anak yatim.
Meski demikian, Pemerintah Kota Bontang mengakui bahwa BLT belum mampu mengentaskan kemiskinan secara menyeluruh. Bantuan ini lebih diarahkan sebagai penopang sementara bagi masyarakat yang membutuhkan.
Neni menegaskan bahwa penanganan kemiskinan merupakan tanggung jawab negara, baik pemerintah pusat maupun daerah.
“Dalam undang-undang, masyarakat miskin menjadi tanggung jawab negara. Di situlah pemerintah hadir,” tegasnya.
Pemerintah menargetkan seluruh proses penyaluran BLT dapat segera diselesaikan dalam waktu dekat agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat.
“Target kami minggu ini selesai, sehingga masyarakat bisa segera menerima bantuan,” pungkas Neni. (ADS/FR)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami















