BONTANG, Pranala.co – Program Renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kota Bontang terus dipercepat. Wali Kota Neni Moerniaeni turun langsung ke lapangan meninjau progres pembangunan di Kelurahan Bontang Lestari, Jumat (27/3/2026) pagi.
Kunjungan itu sekaligus menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan wilayah bebas kawasan kumuh. Rombongan menyasar tiga titik strategis: Jalan Pramuka Baltim (RT 002), Jalan Adipura Pagung (RT 005), dan Jalan Linmas (RT 008).
Neni didampingi Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan Kota Bontang, Usman, Lurah Bontang Lestari Muhammad Akbar Aditya, serta perwakilan Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat.
Dalam dialog bersama warga penerima manfaat, Neni menekankan bahwa bantuan RTLH bukan sekadar perbaikan fisik bangunan. Lebih dari itu, program ini menjadi momentum mengubah perilaku masyarakat menuju hidup lebih sehat dan berkualitas.
“Saya minta rumah yang sudah bagus ini dijaga dan dirawat. Terapkan pola hidup bersih, jangan buang sampah sembarangan, terutama di kawasan pesisir dan mangrove kita. Sanitasi juga harus diperhatikan, pastikan penggunaan fasilitas toilet dilakukan dengan benar,” tegasnya.
Neni juga mengarahkan Perumda Tirta Taman untuk segera menindaklanjuti kebutuhan air bersih warga setempat. “Pemerintah harus hadir memberikan solusi konkret bagi kebutuhan dasar masyarakat,” tambahnya.
Sebagai langkah evaluasi ke depan, Wali Kota mengusulkan pengembangan prototipe rumah seragam. Konsep ini bertujuan meningkatkan efisiensi penggunaan anggaran tanpa mengurangi standar kelayakan hunian. Dengan desain seragam, proses pembangunan diharapkan lebih cepat dan biaya lebih terkendali.
Neni juga meminta peran aktif aparatur kelurahan untuk terus memantau kondisi sosial warganya. Monitoring berkelanjutan dinilai penting agar manfaat program benar-benar dirasakan dan rumah yang sudah direnovasi tetap terjaga kelestariannya.
Di sela-sela peninjauan, rombongan menyerahkan bantuan tambahan berupa paket sembako kepada warga penerima manfaat. Bentuk perhatian itu diharapkan dapat meringankan beban ekonomi keluarga yang sedang menjalani proses renovasi hunian mereka. (ADS/BTG)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami
















