PRANALA.CO – Pembangunan Gedung Depo Arsip yang bakal menjadi bagian dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Bontang, dipastikan berlanjut tahun ini. Dari pantauan media ini di lokasi, tampak pengerjaan oleh kontraktor sudah mulai berjalan.
Kelanjutan pembangunan ini dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (DPUPRK) melalui CV Cilvia Rusmana sebagai kontraktor pelaksana senilai Rp 10,7 miliar.
Ditambah konsultan pengawas oleh PT Super Tekhnis Pratama senilai Rp 800 juta. Ditargetkan tahun ini pengerjaan seluruhnya rampung hingga tiga lantai.
Pembangunan gedung yang berlokasi tepat di depan Kantor DPK Bontang tersebut sempat terlaksana di 2022 lalu. Namun di 2023 dihentikan lantaran bukan dengan skema tahun jamak (multiyear), sehingga baru bisa dilanjutkan tahun ini. Saat itu, pembangunan hanya menyasar konstruksi lantai dasar dan satu dengan nilai anggaran Rp3,1 miliar.
Kepala DPK Bontang, Retno Febriaryanti mengatakan, pihaknya berharap pembangunan bisa rampung tahun ini, sehingga tahun depan sudah bisa dimanfaatkan.
Sebab sebagai Lembaga Kearsipan Daerah (LKD), DPK Bontang sangat membutuhkan depo arsip guna mendukung adanya ruangan penyimpanan arsip yang representatif dan standar. Hal ini sejalan dengan keinginan dan komitmen Wali Kota Bontang.
“Jadi memang arsip itu ada yang dimusnahkan, ada yang disimpan di OPD, dan ada yang harus diserahkan ke LKD. Seperti arsip-arsip statis itu tidak boleh dimusnahkan,” jelas Retno saat dikonfirmasi, Rabu (22/5/2024).
Selain itu, dengan kehadiran gedung depo arsip ini nantinya, penilaian seputar panji-panji kearsipan bisa dimaksimalkan. Sehingga Bontang bisa meraih juara terbaik. Sebab selama ini, kata dia, setiap ada penilaian, hasil yang diraih belum maksimal akibat belum ada bangunan berlantai tiga tersebut.
Diketahui kebutuhan untuk depo arsip sangat mendesak. Pasalnya jumlah arsip terus bertambah tiap waktunya. Saat ini, di ruang arsip yang dimiliki DPK Kota Bontang, telah menyimpan lebih dari 15 ribu arsip statis baik berupa foto, video, maupun dokumen lainnnya yang memiliki nilai sejarah.
Sementara ruangan sebelumnya telah mencapai kelebihan kapasitas. Sesuai Detail Engineering Design (DED), depo arsip akan diperuntukan untuk menyimpan beragam arsip. Mulai dari display arsip, diorama, koleksi arsip vital, serta arsip lainnya yang jadwal retensi arsipnya di atas 10 tahun. (bms)


















