Pranala.co, BONTANG – Kota Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim) bersiap membuka babak baru ekonanya mengandalkan industri kimia dan energi, kini pelabuhan menjadi tumpuan harapan. Pelabuhan Lok Tuan diproyeksikan sebagai motor penggerak ekonomi baru di pesisir Kalimantan Timur.
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni menyebut pelabuhan bukan sekadar tempat kapal bersandar. Lebih dari itu, Lok Tuan diarahkan menjadi simpul logistik strategis yang menghubungkan arus barang antarwilayah di Kalimantan Timur, termasuk menuju kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Pelabuhan adalah pintu gerbang ekonomi. Tantangan kita adalah menjadikan Lok Tuan sebagai simpul penting dalam rantai logistik wilayah,” ujar Neni, Jumat (3/10).
Pemerintah Kota Bontang kini terus memperkuat koordinasi dengan Kementerian Perhubungan. Tujuannya satu: mempercepat pembangunan pelabuhan agar bisa segera dimanfaatkan dunia usaha dan masyarakat.
Meski dana khusus dari pemerintah pusat belum tersedia, langkah-langkah percepatan terus dilakukan. Pemkot aktif melobi pemerintah provinsi maupun kementerian terkait. Dukungan regulasi dan kemudahan perizinan juga disiapkan agar proyek ini bisa segera berjalan.
“Baru-baru ini saya bertemu Kementerian Perhubungan membahas pengembangan Pelabuhan Bontang. Hasilnya positif, mereka siap mendukung,” kata Neni optimistis.
Jika rencana ini terealisasi, Pelabuhan Lok Tuan tak hanya memiliki dermaga, tetapi juga fasilitas bongkar muat modern. Kehadirannya diyakini akan memperkuat posisi Bontang sebagai pusat distribusi barang di wilayah pesisir timur Kalimantan.
Pemerintah berharap pelabuhan ini mampu memperlancar arus logistik sekaligus membuka peluang investasi baru, terutama untuk mendukung pertumbuhan ekonomi kawasan sekitar IKN.
“Insya Allah dermaga dan fasilitas bongkar muat bisa segera terealisasi. Mohon doa agar semua dimudahkan,” tutup Neni.
Dengan langkah ini, Pelabuhan Lok Tuan diharapkan menjadi katalis pembangunan ekonomi baru bagi Bontang dan sekitarnya. Tak hanya menguntungkan kota, tapi juga memperluas akses perdagangan, industri, dan konektivitas antarwilayah di era pembangunan Ibu Kota Nusantara. (FR)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami

















