Pranala.co, BALIKPAPAN – Badan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Balikpapan mengeluarkan peringatan dini pasang laut di sejumlah wilayah pesisir Kalimantan Timur pada 18–20 Februari 2026. Ketinggian pasang diperkirakan mencapai 2,7 hingga 2,9 meter.
Warga pesisir diminta meningkatkan kewaspadaan. Pasang laut berpotensi mengganggu aktivitas ekonomi dan sosial, termasuk perikanan, transportasi laut, hingga kegiatan masyarakat di sekitar pantai.
“Pasang laut bisa menghambat berbagai aktivitas ekonomi maupun sosial masyarakat, sehingga antisipasi dampak merupakan hal penting,” ujar Ketua Tim Data dan Informasi BMKG Stasiun Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan, Carolina Meylita Sibarani, Selasa (17/2/2026).
Menurut Carolina, pasang laut dapat mengganggu aktivitas bongkar muat di pelabuhan, merendam kawasan permukiman, hingga memicu banjir rob. Anak-anak yang bermain di pesisir juga berisiko terseret arus saat ketinggian air meningkat.
Selain itu, tambak ikan, udang, kepiting, maupun tambak garam berpotensi terendam. Jika pasang disertai gelombang tinggi, peralatan tambak dapat rusak dan menyebabkan kerugian bagi petambak.
BMKG berharap peringatan dini ini dapat dimanfaatkan masyarakat untuk melakukan langkah antisipasi, termasuk pengamanan peralatan dan penyesuaian jadwal aktivitas di pesisir.
Di perairan Balikpapan, pasang tertinggi diprakirakan terjadi pada 19 Februari 2026 pukul 20.00 Wita dengan ketinggian mencapai 2,9 meter. Sementara surut terendah diperkirakan 0,2 meter pada 20 Februari pukul 14.00 Wita.
Wilayah yang terdampak pasang surut di sekitar perairan ini meliputi Samboja dan Samboja Barat di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kota Balikpapan, Kabupaten Penajam Paser Utara, serta Kabupaten Paser.
Di kawasan tersebut masih banyak tambak aktif. Arus laut saat pasang dikhawatirkan memengaruhi budi daya perikanan warga.
Peringatan serupa juga berlaku untuk wilayah Teluk Sangkulirang. Di kawasan ini, pasang tertinggi diperkirakan terjadi pada 18 Februari pukul 19.00 Wita dengan ketinggian 2,8 meter. Surut terendah diprediksi 0,1 meter pada 20 Februari pukul 13.00 Wita.
Sementara itu, di muara Sungai Mahakam (Pulau Nubi), Kabupaten Kutai Kartanegara, pasang tertinggi diperkirakan 2,8 meter pada 18 Februari pukul 19.00 Wita. Surut terendah diprakirakan 0,2 meter pada 20 Februari pukul 02.00 Wita.
Di wilayah ini, terutama Muara Pantauan, banyak tambak udang dan kepiting milik warga yang masih aktif. BMKG mengimbau petambak melakukan pengamanan agar tidak mengalami kerugian akibat limpasan air laut.
Pasang laut juga diprakirakan terjadi di muara Sungai Berau, Kabupaten Berau. Ketinggian pasang tertinggi diperkirakan mencapai 2,7 meter pada 20 Februari pukul 10.00 Wita. Adapun surut terendah diprediksi 0,1 meter pada 19 dan 20 Februari sekitar pukul 16.00 Wita. (RE/SON)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami



















