Pranala.co, BONTANG — Proyek pembangunan pabrik Soda Ash di Kota Bontang mulai menunjukkan progres signifikan. Dengan nilai investasi mencapai Rp5 triliun, proyek ini digadang menjadi salah satu investasi industri kimia terbesar di Kalimantan Timur.
Tak hanya menjadi proyek strategis, pembangunan pabrik ini diperkirakan akan menyerap 800 tenaga kerja selama masa konstruksi. Namun, proses rekrutmen tidak dilakukan sekaligus.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Bontang, Asdar Ibrahim, menjelaskan bahwa perekrutan dibagi dalam beberapa gelombang. Sistem ini disesuaikan dengan kebutuhan pekerjaan dan tahapan konstruksi di lapangan.
“Tahap pertama rekrutmen dimulai November ini. Fokusnya pada pekerjaan awal seperti drainase, jalan, pemancangan, dan pematangan lahan,” ujar Asdar, Senin (10/11/2025), didampingi Kabid Lattas dan Penta Kerja Disnaker Bontang, Lukmanul Hakim.
Asdar mengatakan sistem rekrutmen berbasis kebutuhan membuat pekerjaan lebih efisien. Tenaga kerja yang terserap akan disesuaikan dengan spesialisasi yang dibutuhkan dalam setiap progres konstruksi.
Meski mendukung penuh langkah perusahaan, Asdar tak menampik sempat terkejut dengan jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan.
“Investasinya Rp5 triliun, tapi pekerjanya hanya sekitar 800 orang. Kalau dibandingkan dengan proyek lain yang nilainya lebih kecil, jumlah tenaga kerjanya bisa lebih banyak,” ujarnya.
Meski begitu, ia menekankan bahwa kualitas pekerjaan dan efisiensi industri kimia memang berbeda dengan proyek konstruksi konvensional.
Disnaker menaruh harapan agar perusahaan benar-benar membuka peluang bagi masyarakat Bontang. Keterlibatan tenaga kerja lokal diyakini akan memberikan dampak ekonomi langsung, terutama bagi warga yang tinggal di sekitar kawasan industri.
“Harapan kami, perusahaan memprioritaskan tenaga kerja lokal. Ini kesempatan baik bagi warga Bontang untuk menunjukkan kemampuan mereka,” tutup Asdar. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami



















