PANGKEP, Pranala.co – Sampannya ditemukan lebih dulu. Isinya ikan segar hasil pancingan. Tapi pemiliknya tak ada. Tidak di atas perahu. Tidak pula di sekitar batu-batu Pulau Kawassang.
Nelayan itu inisialnya YG. Usianya 43 tahun. Warga Pulau Aloang, Desa Tampaang, Kecamatan Liukang Tangaya, Kabupaten Pangkep.
Senin pagi, 26 Mei 2025. YG pamit kepada keluarganya. Ia berangkat dari Pulau Aloang pukul 09.00 Wita. Hendak memancing. Sendirian. Seperti biasa.
Namun, hingga matahari terbenam, ia tak kembali.
Pukul 17.00 Wita, seorang nelayan lain menemukan sebuah sampan kosong. Terombang-ambing di perairan sekitar Pulau Kawassang. Tanpa pemilik. Tanpa pengemudi.
Tapi ada isinya: beberapa ekor ikan hasil pancingan. Masih segar. Nelayan itu curiga. Ia memeriksa sampan. Ia kenali. Itu sampan milik YG.
Ia buru-buru melapor ke Kepala Dusun Kawassang, Habrin.
Berita itu cepat menyebar. Warga Pulau Aloang, Kawassang, hingga Tampaang, langsung bergerak. Mereka menyisir lautan. Menyusuri riak-riak gelombang. Menyusur garis batu dan pasir. Mencari YG.
Kasat Polairud Polres Pangkep, AKP Nompo, membenarkan kabar hilangnya YG. Polisi sudah menerima laporan.
“Kami sudah kumpulkan keterangan saksi. Kami juga sebar informasi ke pulau-pulau terdekat,” kata AKP Nompo saat dihubungi pranala.co, Selasa (27/5).
Pencarian masih terus dilakukan. Oleh warga. Oleh polisi. Oleh keluarga yang belum menyerah.
Ada satu kemungkinan yang membuat peristiwa ini makin getir. YG, menurut keluarganya, punya riwayat stroke. Sudah lama.
Mungkin penyakit itu kambuh. Saat sedang memancing. Sendirian. Di atas laut.
Kini, yang tinggal hanya harapan. Agar YG ditemukan. Dalam keadaan selamat. Atau, setidaknya, ditemukan. Agar keluarga bisa berhenti menunggu dalam cemas yang panjang. [IR]
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami




















Comments 2