Pranala.co, SANGATTA — Pekerja di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) kini bisa bernapas lebih lega. Upah Minimum Kabupaten (UMK) Kutim tahun 2026 resmi naik.
Keputusan itu lahir dari meja perundingan Dewan Pengupahan Kutim, Selasa (23/12/2025). Prosesnya panjang. Diskusinya alot. Semua pihak duduk bersama. Ada pengusaha. Ada serikat pekerja. Ada pemerintah.
Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kutim, Roma Malau, menyebut kenaikan upah ini bukan keputusan sepihak. Semua dirumuskan lewat dialog dan data.
“Pembahasan melibatkan Apindo, Gapki, Kadin, serta perwakilan serikat pekerja,” ujar Roma dalam keterangan resminya.
Angka upah baru dihitung dengan cermat. Dewan Pengupahan membedah inflasi. Menelaah pasar tenaga kerja. Mengkaji Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kutim sepanjang Oktober 2024 hingga September 2025.
UMK Kutim 2026 naik 8,64 persen. Setara Rp 323.615,80. Perhitungan menggunakan indeks 0,70. Dengan angka itu, UMK Kutim tahun depan direkomendasikan sebesar Rp 4.067.436. Berlaku mulai 1 Januari 2026.
“Kami menjaga keseimbangan. Upah naik, perusahaan tetap bisa berjalan,” kata Roma.
Tak hanya UMK. Pemerintah daerah juga memberi perhatian khusus pada sektor strategis. Upah Minimum Sektoral Kabupaten (UMSK) turut dinaikkan.
Untuk tahun 2026, UMSK sektor perkebunan dan pertambangan naik 9,14 persen dengan indeks 0,75. Di sektor perkebunan kelapa sawit, upah melonjak dari Rp 3.901.060,50 menjadi Rp 4.257.422.
Sementara sektor pertambangan batu bara mencatat angka tertinggi. Upah minimum naik dari Rp 3.912.291,90 menjadi Rp 4.269.679. Namun, Roma menegaskan satu hal penting. Kenaikan upah bukan akhir cerita.
Rekomendasi Dewan Pengupahan akan diserahkan kepada kepala daerah untuk disahkan. Setelah itu, pengawasan menjadi kunci.
“Angka sudah ditetapkan. Tantangan berikutnya memastikan semua perusahaan patuh,” tegasnya.
Pemerintah, kata Roma, tidak akan berhenti di atas kertas. Pengawasan lapangan akan diperketat. Tidak boleh ada perusahaan yang menghindar dari kewajiban.
“Keadilan bagi pekerja harus benar-benar dirasakan. Mulai awal tahun depan,” pungkasnya. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami

















