Pranala.co, SAMARINDA – Suasana Dermaga TPI Selili mendadak riuh, Senin (8/12) siang. Sebuah kapal tambangan yang biasanya hilir mudik di Sungai Mahakam tiba-tiba menabrak beton dermaga. Tak lama kemudian, warga menemukan sang nahkoda dalam kondisi tak bernyawa.
Peristiwa itu terjadi sekira pukul 10.50 WITA di atas kapal Cahaya Wajo 03 yang tengah bersandar di Dermaga Selili, Jalan Lumba-lumba, Kelurahan Samarinda Ilir. Korban berinisial T (61), warga Samarinda Seberang. Sehari-hari, ia bekerja sebagai buruh harian lepas sekaligus nahkoda kapal tambangan.
Sejumlah saksi mengaku mendengar suara benturan keras dari arah dermaga. Mereka kemudian mengecek sumber suara. Kapal Cahaya Wajo 03 tampak menabrak beton. Saat diperiksa lebih dekat, korban ditemukan membungkuk di bagian kemudi. Ia tidak sadarkan diri.
Warga langsung menghubungi petugas pengamanan dermaga. Laporan itu diteruskan kepada kepolisian. Tak lama kemudian, personel Polsek Kawasan Pelabuhan dan Tim Pamapta II Polresta Samarinda tiba di lokasi untuk mengamankan tempat kejadian perkara serta meminta keterangan sejumlah saksi.
Tim Inafis Polresta Samarinda melakukan identifikasi awal terhadap jenazah. Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan korban diperkirakan meninggal kurang dari lima jam sebelum ditemukan.
Terdapat luka di bagian bawah mata yang diduga akibat benturan dengan stir kapal. Namun, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.
IPDA Yudiansyah, mewakili Kapolresta Samarinda, menyampaikan hasil temuan awal tersebut.
“Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Dugaan sementara korban meninggal dunia karena faktor kesehatan, mengingat pihak keluarga menyebut korban memiliki riwayat sering pingsan,” ujarnya.
Pihak keluarga menolak dilakukan visum lebih lanjut. Mereka memilih membawa jenazah ke rumah duka dengan kapal tambangan milik korban melalui perairan Sungai Mahakam. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami


















