Pranala.co, PANGKEP — Kondisi jalan berlumpur parah sepanjang kurang lebih 100 meter di Jalan Poros Bontoa–Siloro, Kelurahan Bontoa, Kecamatan Minasatene, Kabupaten Pangkep, kembali dikeluhkan warga. Ruas jalan yang berada di sekitar kawasan PT Semen Tonasa itu dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan, terutama saat musim hujan.
Pantauan di lokasi menunjukkan, saat hujan turun, badan jalan berubah menjadi kubangan lumpur licin yang menyulitkan pengendara roda dua maupun roda empat. Sebaliknya, ketika cuaca kering, debu tebal beterbangan dan mengganggu aktivitas warga yang melintas setiap hari.
Basri, salah seorang pengendara, mengaku pernah terjatuh akibat kondisi jalan tersebut. Ia mengatakan lubang di badan jalan sulit dikenali karena seluruh permukaan tertutup lumpur.
“Pas di lumpur tidak ada tanda-tanda sama sekali. Sulit dibedakan mana lubang dan mana bukan, karena semuanya tertutup lumpur. Saya jatuh karena motor masuk lubang yang dalam. Motorku sampai kandas, baru bisa diangkat setelah itu,” kata Basri kepada pranala.co, Minggu (8/2/2026).
Menurut Basri, kondisi jalan yang rusak dan licin membuat akses warga terganggu serta meningkatkan risiko kecelakaan. Ia berharap pihak terkait segera memberikan perhatian serius karena jalur yang digunakan saat ini dinilai lebih berbahaya dibandingkan sebelumnya.
Di lokasi tersebut memang tengah berlangsung pekerjaan pengecoran jalan baru. Namun, warga menilai jalur pengalihan yang dipakai sementara masih rawan kecelakaan. Mereka menyebut hampir setiap hari ada pengendara yang terjatuh akibat jalan licin dan berlubang, sementara rambu peringatan dinilai masih minim.
“Itu tanda-tandanya cuma pengalihan jalan di area beton baru saja,” ujar Basri.
Berdasar informasi yang dihimpu media ini, status jalan tersebut merupakan kewenangan pemerintah provinsi. Meski demikian, sejak Januari lalu perbaikan disebut telah berjalan dan masih berlanjut hingga saat ini.
Sementara PT Semen Tonasa juga telah melakukan penambalan di beberapa ruas jalan, khususnya di area belakang kantor pusat. Lubang-lubang yang saat ini tertutup lumpur direncanakan akan dicor. Sebelumnya, lubang tersebut sengaja diperlebar agar pengecoran dapat menyatu dengan badan jalan yang ada.
Proses perbaikan dilakukan secara bertahap karena jalur tersebut masih digunakan oleh armada operasional. Sebagai langkah pengamanan, di lokasi pekerjaan juga telah dipasang safety line untuk mengurangi risiko kecelakaan.
Meski demikian, warga berharap perbaikan tidak hanya sebatas proses sementara, tetapi dilakukan secara nyata dan berkelanjutan. (IR)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami

















