Pranala.co, BONTANG – Pemerintah Kota Bontang bersiap melakukan relokasi mini command center milik Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo). Anggaran sekitar Rp500 juta telah disiapkan untuk mendukung pemindahan tersebut, yang sekaligus menandai perubahan konsep: ruang lebih ringkas, namun fungsi diperkuat dan terintegrasi.
Kepala Diskominfo Bontang, Andi Hasanuddin Akmal, mengatakan seluruh perhitungan teknis relokasi telah dirampungkan sejak awal Februari 2026. Hasil perhitungan itu menjadi dasar untuk memulai proses pemindahan mini command center dalam waktu dekat.
“Perhitungannya sudah selesai awal bulan ini. Dananya sudah tersedia, tinggal mematangkan detail kebutuhan teknisnya,” ujar Andi, Selasa (3/2/2026).
Relokasi ditargetkan rampung pada tahun ini. Dengan begitu, Diskominfo dapat segera menempati mini command center yang baru dan menjalankan fungsinya secara optimal.
Dalam penataan ruang tersebut, lantai dua gedung akan digunakan oleh Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker), sementara mini command center Diskominfo dipindahkan ke lantai dasar. Meski luas ruangan lebih kecil dibanding sebelumnya, Andi memastikan fungsi utama tetap berjalan, bahkan diperkuat.
“Ukurannya memang lebih kecil, tapi tidak mengurangi fungsinya. Justru akan lebih fokus dan efisien,” jelasnya.
Pemindahan ke lantai dasar bukan semata soal teknis ruang. Menurut Andi, langkah ini juga merupakan bagian dari strategi keterbukaan dan transparansi. Mini command center diharapkan mudah diakses dan terlihat oleh publik sebagai etalase tata kelola digital Pemerintah Kota Bontang.
“Letaknya di bawah supaya masyarakat bisa melihat langsung. Ini simbol keseriusan Pemkot Bontang dalam membangun pemerintahan berbasis digital,” ujarnya.
Ia menegaskan, anggaran renovasi akan tetap berada dalam batas yang telah ditetapkan. Fokus pembangunan tidak diarahkan pada kemegahan ruangan, melainkan pada optimalisasi fungsi sebagai pusat kendali informasi dan data.
“Bukan soal besar kecil ruangan, tapi bagaimana fungsinya bisa maksimal,” katanya.
Ke depan, mini command center tersebut juga akan terintegrasi langsung dengan data center. Integrasi ini menjadi salah satu indikator penting dalam penilaian Indeks Tata Kelola Digital oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).
“Nilai indeks salah satunya dilihat dari keterpaduan command center dan data center. Karena itu, kami ingin semuanya terintegrasi dalam satu sistem yang solid,” tutur Andi.
Dengan konsep baru ini, mini command center Diskominfo Bontang diharapkan menjadi lebih fleksibel, efisien, dan representatif sebagai pusat kendali digital pemerintah daerah, sekaligus mendukung peningkatan kualitas layanan publik berbasis teknologi. (HAF)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami
















