Pranala.co, SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) tidak ingin tertinggal di era digital. Tata kelola pemerintahan berbasis elektronik harus kuat. Harus aman. Juga transparan dan akuntabel.
Itulah semangat yang dibawa dalam Sosialisasi Penggunaan Infrastruktur Digital Secara Bijak bagi aparatur perangkat daerah dan aparatur desa, Senin (15/12/2025). Kegiatan digelar di Pelangi Room Hotel Royal Victoria, Sangatta.
Pesertanya lengkap. Aparatur perangkat daerah, kecamatan, kelurahan, hingga desa se-Kutim. Semua duduk bersama. Semua belajar bersama.
Acara dibuka langsung Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi. Kepala Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (Diskominfo Staper) Kutim, Ronny Bonar Siburian, menyampaikan pesan yang tegas. Pemanfaatan infrastruktur digital, kata dia, sudah menjadi keniscayaan.
Hampir semua urusan pemerintahan kini bersentuhan dengan teknologi.
“Aparatur dituntut memiliki pemahaman yang memadai. Teknologi harus digunakan secara aman, efisien, dan sesuai dengan etika digital,” ujar Ronny.
Ia menjelaskan, sosialisasi ini bukan sekadar formalitas. Tujuannya, meningkatkan kapasitas aparatur agar mampu memanfaatkan infrastruktur digital secara optimal. Demi kinerja pemerintahan yang lebih baik. Demi pelayanan publik yang lebih cepat dan tepat.
Ada tiga fokus utama yang ditekankan. Pertama, pemanfaatan infrastruktur digital secara efektif. Kedua, keamanan data dan informasi. Ketiga, penerapan etika digital yang menjunjung integritas dan akuntabilitas.
Semua itu tidak berdiri sendiri. Landasannya kuat. Mulai dari Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik, hingga Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun 2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).
Ronny juga menyinggung peran strategis Diskominfo Staper sebagai wali data. Seluruh data pemerintahan, kata dia, harus terintegrasi dalam satu sistem yang dinamis.
“Data pemerintah harus terbuka. Mudah diakses. Selalu diperbarui. Dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.
Dengan data yang rapi dan satu pintu, masyarakat bisa melihat dengan jelas. Apa yang sedang dikerjakan pemerintah. Apa yang sudah dicapai.
Sejalan dengan itu, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman telah menginstruksikan pembangunan dashboard data terintegrasi. Dashboard ini akan memuat data seluruh perangkat daerah, kecamatan, dan desa.
Datanya harus hidup. Selalu terkini. Termasuk data strategis seperti stunting. Tujuannya satu. Menghindari perbedaan data di kemudian hari.
Untuk memperkuat pemahaman teknis, Diskominfo Staper menghadirkan narasumber dari Telkom University Bandung. Fredi Dea Reskiadita memaparkan materi tentang pemanfaatan infrastruktur digital dan keamanan informasi.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi Pemkab Kutim dengan PT Telkom Indonesia Witel Kaltimtara. Telkom berperan dalam penyediaan infrastruktur jaringan internet. Pendanaan bersumber dari APBD Kutim, dengan dukungan pembiayaan dari PT Telkom bekerja sama dengan PT Praktisi Unggul Teknovasi.
Melalui sosialisasi ini, Pemkab Kutim berharap satu hal sederhana namun penting. Aparatur semakin cakap secara digital. Lebih bijak memanfaatkan teknologi. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami

















