• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Rabu, Februari 11, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Kaltim
    • Bontang
    • Samarinda
    • Balikpapan
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Islampedia
  • Visual
    • Infografis
    • Video
  • Kolom
No Result
View All Result
  • Kaltim
    • Bontang
    • Samarinda
    • Balikpapan
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Islampedia
  • Visual
    • Infografis
    • Video
  • Kolom
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Kaltim

Menengok Kutai Kartanegara pada Zaman Kuno

Suriadi Said by Suriadi Said
10 April 2021 | 15:58
Reading Time: 3 mins read
2
Menengok Kutai Kartanegara pada Zaman Kuno

Kedaton Kutai Kartanegara.

Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

RIBUAN tahun lalu hiduplah Maharaja Kundungga. Ia raja yang mulia. Putranya termasyur, sang Aswawarman namanya. Ia seperti sang Ansuman, Dewa Matahari, menumbuhkan keluarga yang sangat mulia.

Sang Aswawarman mempunyai tiga putra, seperti tiga api yang suci. Yang terkemuka ialah sang Mulawarman. Ia raja yang berperadaban baik, kuat, dan kuasa. Sang Mulawarman telah mengadakan kenduri emas yang amat banyak. Sebagai peringatan selamatan itu, tugu batu didirikan oleh para Brahmana.

PILIHAN REDAKSI

Sungai Belayan Meluap, 13 Desa di Tabang Kukar Terendam Banjir

Sungai Belayan Meluap, 13 Desa di Tabang Kukar Terendam Banjir

12 Januari 2026 | 13:36
Inovasi Smart Dryer System jadi Solusi Petani Talas Beneng Samboja

Inovasi Smart Dryer System jadi Solusi Petani Talas Beneng Samboja

4 Desember 2025 | 15:22

Kisah itu menarasikan kehidupan di pedalaman Kalimantan Timur ribuan tahun yang lalu. Cerita dalam salah satu prasasti yupa yang ditemukan di Muara Kaman, situs Banua Lawas itu, membuktikan bahwa kerajaan bercorak India telah berdiri di Kalimantan Timur pada abad ke-5.

Menurut arkeolog Universitas Indonesia, Agus Aris Munandar dalam Kaladesa, Awal Sejarah Nusantara, belum ada informasi soal nama kerajaan di Kalimantan Timur itu. Dalam kajian lebih lanjut kerajaan di Kalimantan Timur kemudian dinamakan Kutai Kuno karena memang peninggalannya ditemukan di wilayah Kutai. Namun, banyak sumber yang menyebut Kutai Martadipura.

Dalam Asia Tenggara Masa Hindu Buddha, George Coedѐs menyebut tujuh prasasti dibuat ketika Mulawarman berkuasa. Dalam prasasti itu, dia disebut cucu Kundungga. “Namanya barangkali nama Tamil atau Austronesia, tetapi pasti bukan Sanskerta,” tulis Coedѐs.

Agus berpendapat Kundungga memang bukan pendatang dari India, melainkan dari wilayah lain di Nusantara yang kemudian datang ke wilayah Kutai Kuno. “Nama diri yang agak mirip dengan Kundungga adalah Kadungga sebagai nama diri seorang Bugis,” tulis Agus.

Menurut Agus mungkin kakek Mulawarman memang orang Nusantara asli yang belum sepenuhnya menerima agama India. Barulah pada masa penggantinya, budaya India diterima dengan baik. Misalnya, nama anak dan cucu Kundungga, yaitu Aswawarman dan Mulawarman, sama-sama berakhiran –warman, nama yang sering dipakai raja-raja di India.

Di luar keterangan itu, semua prasasti yang ada lebih sering membicarakan ritual agama Raja Mulawarman. Sehingga sulit untuk mengungkapkan kehidupan masyarakat yang tinggal di kerajaan kuno itu. Tujuh prasasti yupa yang ditemukan tak ada yang benar-benar membicarakan masyarakatnya. Namun bukan mustahil membayangkan bagaimana masyarakatnya waktu itu.

Prasasti menyebut Aswawarman sebagai pendiri dinasti. Dia memulai kerajaan dengan pola pemerintahan di India. Selain memakai nama –warman, prasasti-prasasti Mulawarman juga mempergunakan bahasa Sanskerta dan huruf Pallawa. Ini menunjukkan masyarakatnya sudah hidup dalam suasana peradaban India.

Pasalnya, Sanskerta bukanlah bahasa rakyat sehari-hari melainkan bahasa resmi keagamaan. Dengan demikian, telah ada golongan masyarakat yang menguasai bahasa ini yaitu kaum Brahmana.

Suwardono, pengajar pendidikan sejarah di IKIP Budi Utomo Malang, dalam Sejarah Indonesia Masa Hindu-Buddha menjelaskan, kaum Brahmana merupakan golongan tersendiri di dalam masyarakat Kutai Kuno.

Golongan ini diberitakan dalam salah satu prasasti bahwa Raja Mulawarman memberi sedekah 20.000 ekor sapi kepada para Brahmana. Dalam prasasti lain, dia mengadakan kenduri emas yang sangat banyak. Hampir semua prasasti menjelaskan golongan Brahmana yang mendirikan yupa sebagai peringatan kebaikan budi sang raja.

Golongan berikutnya adalah kaum Kesatria. Mereka terdiri dari kerabat Mulawarman. Golongan ini mungkin masih terbatas pada keluarga raja. Kemudian ada golongan Waisya yang diduga merupakan golongan pedagang.

Penyembah Dewa Matahari

Berdasarkan dua prasasti Mulawarman dapat diketahui bahwa di Kutai Kuno ada tempat suci bernama Waprakeswara. Banyak teori soal arti nama itu. Menurut Suwardono, Waprakeswara berasal dari kata vapra atau pagar, yang maksudnya tempat berpagar. Mungkin semacam punden desa.

kukar
Prasasti Yupa 2 yang menyebut Kerajaan Kutai Kuno.

Sementara Poerbatjaraka, filolog dan ahli Jawa Kuno, mengartikan Waprakeswara sebagai nama lain dari Agastya, yaitu resi utama, murid Siwa. Berdasarkan pengertian itu, Suwardono berpendapat, kemungkinan Mulawarman sudah menganut agama Siwa.

Namun, menurut Agus, kala itu pemujaan terhadap Trimurti belum muncul. Masyarakat Kutai Kuno secara khusus memuliakan Dewa Surya dengan segala aspeknya.Prasasti menyebut Aswawarman, ayah Mulawarman, sebagai Sang Ansuman atau Dewa Matahari.

“Mengapa dianggap sebagai Dewa Matahari dan bukan dewa lainnya?”

Pada masa itu, Agus menjelaskan, kedudukan Dewa Matahari memang sangat penting. Tak heran jika Aswawarman dalam prasasti juga diidentifikasikan sebagai pendiri dinasti.

Dalam mitologi, Surya dianggap menurunkan Manu atau manusia pertama. Adapun manusia pada umumnya yang dimaksud adalah masyarakat di Kerajaan Kutai. Dengan begitu, Surya merupakan permulaan seluruh alam semesta. Tak heran bila putranya yang terutama dinamakan Mulawarman (mula).

“Mulawarman mengaitkan dirinya dengan Dewa Surya, salah satu dewa terpenting dari religi Weda kuno,” tulis Agus.

Makin jelas lagi ketika ayah Mulawarman juga mengambil unsur nama Aswa atau kuda. Binatang itu merupakan hewan kendaraan bagi Dewa Matahari.

“Mungkin pada masa selanjutnya baru berkembang ritus pemujaan Hindu-Siwa yang mengutamakan konsep Trimurti dengan dewa utama Siwa Mahadewa,” tulis Agus.

Perkembangan Hindu Siwa sangat mungkin terjadi setelah periode Mulawarman. Pasalnya, agama itu baru dianut di Jawa pada pertengahan abad ke-8 M.**

Tags: HistoriKalimantan TimurKutai KartanegaraSejarah Kutai
Previous Post

Mancing Sendirian, Rijal Ditemukan Meninggal

Next Post

Galang Dana dari Bontang untuk Bencana Alam di NTT

BACA JUGA

Muara Wahau Terbanyak, Ini Sebaran THM Tanpa Izin di Kutim

Muara Wahau Terbanyak, Ini Sebaran THM Tanpa Izin di Kutim

10 Februari 2026 | 21:40
Jelang Ramadan, Pemkab Kutim Perkuat Pengamanan dan Awasi Stok Sembako

Jelang Ramadan, Pemkab Kutim Perkuat Pengamanan dan Awasi Stok Sembako

10 Februari 2026 | 21:23
Ribuan Sumur Migas Idle di Kaltim Berpeluang Dikelola Pelaku Usaha Lokal

Ribuan Sumur Migas Idle di Kaltim Berpeluang Dikelola Pelaku Usaha Lokal

10 Februari 2026 | 16:59
THM Menjamur di Kutim, Muara Wahau dan Bengalon Terbanyak

THM Menjamur di Kutim, Muara Wahau dan Bengalon Terbanyak

10 Februari 2026 | 07:50
Hasil Rakornas 2026, Pemkab Kutim Kaji Program Perumahan hingga Sawit

Hasil Rakornas 2026, Pemkab Kutim Kaji Program Perumahan hingga Sawit

9 Februari 2026 | 22:38
Dampak Aktivitas Truk Semen di Sekerat, Diskes Kutim Telusuri Data ISPA dan Stunting

Dampak Aktivitas Truk Semen di Sekerat, Diskes Kutim Telusuri Data ISPA dan Stunting

9 Februari 2026 | 22:32
Next Post
Galang Dana dari Bontang untuk Bencana Alam di NTT

Galang Dana dari Bontang untuk Bencana Alam di NTT

Comments 2

  1. Ping-balik: Cobain Resep Sambal Raja Kutai yang Bikin Nagih – pranala.co
  2. Ping-balik: Lagi, Kukar Sumbang Kasus Sembuh Covid-19 Tertinggi – pranala.co

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Bontang Lestari Transformasi jadi Pusat Pertumbuhan Baru, 262 Unit Rumah Subsidi Dibangun

Bontang Lestari Transformasi jadi Pusat Pertumbuhan Baru, 262 Unit Rumah Subsidi Dibangun

7 Februari 2026 | 23:24
Perumda Tirta Taman Hentikan Sementara Distribusi Air di Sejumlah Wilayah Bontang, Ini Daftarnya Terendah di Kaltim, Tarif Tak Naik sejak 2017, PDAM Bontang Krisis Keuangan?

Perumda Tirta Taman Hentikan Sementara Distribusi Air di Sejumlah Wilayah Bontang, Ini Daftarnya

4 Februari 2026 | 23:21
Duh! ASN Bontang Nongkrong di Kafe saat Jam Kerja

Duh! ASN Bontang Nongkrong di Kafe saat Jam Kerja

10 Februari 2026 | 20:19
30 Contoh Kata-Kata Pamit dari Grup Kerja yang Sopan dan Profesional

30 Contoh Kata-Kata Pamit dari Grup Kerja yang Sopan dan Profesional

31 Mei 2025 | 08:50
Upah Outsourcing PT Semen Tonasa Masih Diperdebatkan, Serikat Pekerja Nilai Belum Transparan

Upah Outsourcing PT Semen Tonasa Masih Diperdebatkan, Serikat Pekerja Nilai Belum Transparan

6 Februari 2026 | 21:40

Terbaru

Balikpapan Gelar Pasar Murah Lima Hari, Tekan Inflasi Jelang Ramadan Besok, Warga Bontang Bisa Tebus Sembako 9 Item dengan Rp150 Ribu Dijadwalkan Besok, Bontang Gelar Gerakan Pangan Murah di Lok Tuan Jelang Ramadan, DKP3 Bontang Siapkan Pasar Murah untuk Kendalikan Harga Pasar Murah Inflasi Mulai Digelar sampai 7 April di Balikpapan

Balikpapan Gelar Pasar Murah Lima Hari, Tekan Inflasi Jelang Ramadan

10 Februari 2026 | 21:45
Muara Wahau Terbanyak, Ini Sebaran THM Tanpa Izin di Kutim

Muara Wahau Terbanyak, Ini Sebaran THM Tanpa Izin di Kutim

10 Februari 2026 | 21:40
Libur Sekolah Ramadan 2026 Resmi Ditetapkan, Ini Rincian Tanggalnya

Libur Sekolah Ramadan 2026 Resmi Ditetapkan, Ini Rincian Tanggalnya

10 Februari 2026 | 21:34
Jelang Ramadan, Pemkab Kutim Perkuat Pengamanan dan Awasi Stok Sembako

Jelang Ramadan, Pemkab Kutim Perkuat Pengamanan dan Awasi Stok Sembako

10 Februari 2026 | 21:23

Jalan Seruling 4 RT 21 Nomor 74E
Kelurahan Bontang Baru, Kota Bontang
Kalimantan Timur, Indonesia

Telepon : 0811-5423-245
Iklan : [email protected]

  • NASIONAL
  • KALTIM
  • BALIKPAPAN
  • SAMARINDA
  • BONTANG
  • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • LEISURE
  • ISLAMPEDIA
  • INFOGRAFIS
  • VIDEO
  • KOLOM
COPYRIGHT © 2023 PRANALA.CO, ALL RIGHT RESERVED
Managed by Aydan Putra
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Kaltim
    • Bontang
    • Samarinda
    • Balikpapan
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Islampedia
  • Visual
    • Infografis
    • Video
  • Kolom

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

content-ciaa-1701

yakinjp


sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

yakinjp

judi bola online

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakin jp

ayowin

yakinjp id

mahjong ways

judi bola online

mahjong ways 2

JUDI BOLA ONLINE

maujp

maujp

sabung ayam online

sabung ayam online

mahjong ways slot

sbobet88

live casino online

sv388

taruhan bola online

maujp

maujp

maujp

maujp

sabung ayam online

mahjong wins 3

mahjong wins 3

mahjong wins 3

mahjong wins 3

mahjong wins 3

mahjong wins 3

mahjong wins 3

mahjong wins 3

mahjong wins 3

mahjong wins 3

mahjong wins 3

mahjong wins 3

mahjong wins 3

mahjong wins 3

mahjong wins 3

mahjong wins 3

mahjong wins 3

mahjong wins 3

mahjong wins 3

mahjong wins 3

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

content-ciaa-1701