BONTANG, Pranala.co — Kesesuaian keterampilan tenaga kerja dengan kebutuhan industri masih menjadi tantangan di Kota Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim). Pemerintah kota melalui Dinas Ketenagakerjaan terus berupaya menjembatani kesenjangan tersebut agar tenaga kerja lokal mampu bersaing di pasar kerja.
Isu ini kembali mengemuka dalam peringatan hari jadi pertama Ikatan Safety Bontang (ISB) yang digelar di 3 Dimensi, Sabtu (28/3/2026).
Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Bontang, Asdar Ibrahim, menyatakan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi prioritas utama pemerintah daerah. Salah satu langkah yang ditempuh adalah memperkuat program pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan industri.
“Pelatihan terus kami dorong agar tenaga kerja lebih siap dan memiliki daya saing,” ujarnya.
Asdar mengakui, serapan tenaga kerja di Bontang masih belum maksimal. Keterbatasan kuota penerimaan di perusahaan serta tingginya standar industri menjadi kendala utama bagi tenaga kerja lokal untuk terserap.
Meski begitu, sejumlah tenaga kerja dinilai telah memiliki keterampilan dasar, seperti pengelasan (welder) dan tenaga pendukung (helper). Namun, peluang kerja untuk posisi tersebut masih terbatas.
“Kemampuan dasar sudah ada, tetapi belum cukup untuk memenuhi kebutuhan industri yang semakin spesifik,” katanya.
Guna menjawab tantangan tersebut, Disnaker Bontang berencana memperkuat pelatihan teknis berbasis sertifikasi. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi tenaga kerja sekaligus memenuhi standar yang dibutuhkan dunia industri.
“Industri membutuhkan tenaga kerja yang tersertifikasi. Ini yang akan kami dorong ke depan,” jelas Asdar.
Selain itu, pemerintah kota juga tengah mengkaji perluasan program pelatihan, termasuk peningkatan kapasitas pada 2027 guna menjangkau lebih banyak peserta.
Dalam upaya menciptakan tenaga kerja yang kompetitif, peran Ikatan Safety Bontang (ISB) dinilai strategis sebagai mitra pemerintah, khususnya dalam membangun budaya keselamatan kerja.
Kolaborasi antara pemerintah dan organisasi profesi diharapkan mampu mendorong terciptanya lingkungan kerja yang aman sekaligus meningkatkan kualitas tenaga kerja lokal.
“Kami akan terus berkolaborasi untuk menciptakan tenaga kerja yang kompetitif dan siap bersaing,” pungkasnya.
Upaya ini lanjut Asdar diharapkan tidak hanya meningkatkan penyerapan tenaga kerja di Bontang, tetapi juga memperkuat posisi tenaga kerja lokal di tengah kebutuhan industri yang terus berkembang. (RE)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami
















