BONTANG, Pranala.co – Siapa sangka, di balik kesibukannya sebagai Lurah Satimpo, Maryono menyimpan hobi unik yang tak kalah penting: melestarikan budaya nusantara. Ia aktif di Paguyuban Tosan Aji Besar (Panji Beber), komunitas yang fokus mengumpulkan dan merawat benda pusaka bersejarah, dari keris hingga tombak tradisional.
Maryono menekankan, kegiatan ini bukan sekadar hobi. Menurutnya, setiap pusaka menyimpan nilai sejarah, filosofi, dan identitas budaya yang tak ternilai.
“Melestarikan tosan aji bukan hanya soal benda, tapi menjaga nilai, sejarah, dan identitas budaya kita,” kata Maryono.
Melalui paguyuban ini, generasi muda diperkenalkan pada pusaka agar tidak kehilangan jati diri. Kegiatan yang digelar pun beragam: diskusi budaya, pameran pusaka, hingga edukasi langsung ke masyarakat.
Tak hanya soal benda, paguyuban ini menjadi tempat berkumpulnya pecinta budaya dari berbagai daerah. Maryono menilai, silaturahmi semacam ini memperkuat persatuan dan menambah wawasan kebudayaan, baik lokal maupun nasional.
Ia berharap, semakin banyak pihak yang ikut berperan aktif menjaga pusaka sebagai kekayaan budaya Indonesia.
“Ini tanggung jawab bersama, bukan hanya komunitas tertentu, tapi seluruh masyarakat,” tegas Maryono.
Di tengah era modern, aksi Maryono membuktikan bahwa pelestarian budaya bisa berjalan seiring dengan tugas pemerintahan. Ternyata, menjaga warisan leluhur bisa dimulai dari kota kita sendiri. (ADS/IR)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami


















