PANGKEP, Pranala.co — Pemerintah Kabupaten alias Pemkab Bone melaksanakan ziarah ke makam Raja Bone ke-XIV, La Tenriaji Tosenrima Matinroe ri Siang, dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Bone yang ke-696 tahun. Prosesi ziarah berlangsung khidmat di Kampung Siang, Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Rabu (25/3/2026).
Ziarah yang dipimpin langsung Wakil Bupati Bone, Andi Akmal Pasluddin, ini merupakan pelaksanaan kelima kalinya sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa dan perjuangan para leluhur Kerajaan Bone. Kegiatan tahunan ini sekaligus menjadi momentum mempererat hubungan historis dan silaturahmi antarpemerintah daerah.
Rombongan Pemerintah Kabupaten Bone disambut Wakil Bupati Pangkep, Abd. Rahman Assegaf, didampingi jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta para Kepala Bagian di lingkungan Pemkab Pangkep. Suasana kekeluargaan terasa kental saat kedua pihak bertemu di lokasi makam bersejarah tersebut.
Prosesi ziarah diawali dengan pembacaan doa bersama sebagai ungkapan penghormatan dan rasa syukur atas jasa-jasa Raja Bone dalam membangun peradaban serta menancapkan nilai-nilai kepemimpinan yang diwariskan hingga kini.
Wakil Bupati Bone, Andi Akmal Pasluddin, menegaskan bahwa ziarah ini bagian dari upaya mengapresiasi dan menghargai perjuangan raja-raja Bone.
“Pemkab Bone sudah lima kali berziarah ke makam raja-raja Bone. Ini tentu bagian dari kita ingin mengapresiasi dan menghargai perjuangan raja-raja. Dan tentu, ingin mendekatkan hubungan dengan lokasi makam, termasuk di Pangkep. Sinergi Bone dan Pangkep semakin kuat,” ujarnya.
Akmal menambahkan, keberadaan makam raja Bone di wilayah Pangkep menjadi bukti nyata persaudaraan yang kuat antarkedua daerah.
“Bone dan Pangkep hanya dipisahkan batas administrasi. Karena secara kekeluargaan, budaya, dan agama satu kesatuan,” jelas dia dalam keterangan resminya.
Wakil Bupati Pangkep, Abd. Rahman Assegaf, menyambut positif kegiatan tersebut. Menurutnya, pertalian persaudaraan Bone dan Pangkep menjadi kekuatan bagi kedua daerah.
“Intinya, kita menziarahi tokoh, apalagi raja tentu historinya sangat kuat. Dengan kegiatan hari ini menjadi pencerminan bagi kita bahwa persaudaraan sangat penting,” tuturnya.
Kegiatan ziarah ini menjadi wujud komitmen kedua pemerintah daerah dalam menjaga dan melestarikan nilai-nilai historis serta memperkuat ikatan persaudaraan yang telah terjalin turun-temurun. (RIL)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami
















