pranala.co – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) berkolaborasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran (DPK) Bontang melakukan langkah siap siaga dengan merancang pemetaan wilayah rawan kebakaran pemukiman.
Pemetaan ini merupakan salah satu upaya penguatan . Meski terbilang baru perancangan namun, BPBD Bontang terus memberi dukungan.
Dalam kolaborasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tersebut Kepala BPBD Bontang, Ahmad Yani bilang, pemetaan adalah kunci dalam sebuah pencegahan bencana di masa mendatang. Penting adanya untuk mengidentifikasi sebuah wilayah seperti kebakaran pemukiman sehingga dapat meminimalisir dampak bencana tersebut.
Dalam sebuah pemetaan wilayah, Yani menyarankan kepada DPK agar data yang digunakan haruslah rinci dan ter-update. Tak hanya sekadar memetakan, namun tiap anggota DPK haruslah menguasai kondisi wilayah terkait potensi-potensi fisik maupun nonfisik yang dapat menyebabkan kebakaran pada suatu wilayah. Seperti mengetahui detail lebar jalan, ketinggian gapura, jarak antar rumah dan penghambat lainnya.
“Itu pentingnya sebuah pemetaan,” ucapnya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (24/8).
Tak hanya itu, pentingnya respone time bukan hanya membicarakan tentang manajemen waktu. Namun pentingnya memperhitungkan penurunan jumlah armada kendaraan dalam sebuah bencana haruslah disesuaikan dengan kondisi pemukiman warga. Tentu disertai dengan membaca situasi kejadian sesuai dengan karakteristik sebuah wilayah.
“DPK ini baru mau merancang pemetaan kebakaran pemukiman. Jadi, kita dukung dan bantu sesuai pengalaman,” kata Yani.
Kata dia, keberhasilan menangani sebuah bencana tak hanya mengandalkan kecekatan tim saja. Namun, memanfaatkan partisipasi masyarakt sebagai komunikator itu juga utama agar mempermudah penanganan serta menghemat pengeluaran.
“Efektifitas waktunya terjaga. Jadi lebih mudah menanganinya,” tutupnya. (L6|ADS)














