Pranala.co, BONTANG — PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) menutup tahun 2025 dengan catatan menggembirakan. Sepanjang tahun lalu, realisasi produksi perusahaan mencapai 6.679.415 ton. Angka tersebut setara 107,3 persen dari target tahunan.
Capaian ini menegaskan keandalan operasional Pupuk Kaltim. Sekaligus memperkuat peran perusahaan dalam menjaga ketersediaan pupuk nasional demi mendukung produktivitas pertanian dan ketahanan pangan.
Dari total produksi tersebut, Pupuk Kaltim menghasilkan 3.578.366 ton pupuk urea dan 328.154 ton pupuk NPK. Sementara untuk produk petrokimia, produksi amonia tercatat mencapai 2.772.895 ton.
Direktur Operasi Pupuk Kaltim, F. Purwanto, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh elemen perusahaan. Dukungan kebijakan pemerintah dan arahan strategis PT Pupuk Indonesia (Persero) sebagai holding turut menjadi faktor penting.
“Kami mengapresiasi dukungan pemerintah serta arahan strategis Pupuk Indonesia yang memberikan landasan kuat bagi Pupuk Kaltim dalam menjaga keberlanjutan operasional sepanjang 2025,” ujar Purwanto dalam rilisnya, Selasa (6/1/2026).
Menurutnya, kolaborasi seluruh insan perusahaan memungkinkan Pupuk Kaltim menjaga pasokan pupuk nasional secara konsisten. Hal itu menjadi kunci dalam mendukung sektor pertanian tetap produktif.
Kinerja positif tersebut juga ditopang stabilitas 13 fasilitas produksi yang dimiliki Pupuk Kaltim. Keandalan seluruh fasilitas menjadi fondasi utama dalam menjaga kontinuitas produksi.
Dengan operasional yang stabil, perusahaan mampu memenuhi kebutuhan pupuk nasional secara optimal.
Tak berhenti di situ, Pupuk Kaltim juga terus memperkuat langkah strategis jangka panjang. Salah satunya melalui proyek peremajaan (revamping) Pabrik Amonia PKT-2.
Proyek ini ditujukan untuk meningkatkan efisiensi energi, menekan konsumsi gas, sekaligus mengurangi emisi karbon. Langkah tersebut sejalan dengan komitmen perusahaan terhadap pengembangan industri pupuk yang lebih ramah lingkungan.
Revamping PKT-2 ditargetkan rampung pada semester I 2026. Proyek ini diproyeksikan mampu menurunkan emisi hingga 110.000 ton CO₂ per tahun.
Selain itu, Pupuk Kaltim juga terus memperkuat penerapan Operational Excellence serta optimalisasi inovasi teknologi melalui konsep Smart Production. Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi di seluruh lini bisnis, sekaligus menjaga kualitas dan daya saing produk.
Dengan berbagai langkah tersebut, Pupuk Kaltim optimistis dapat mempertahankan kinerja operasional yang andal dan berkelanjutan pada 2026.
“Ke depan, kami akan terus mengeksplorasi berbagai inovasi untuk meningkatkan kapasitas produksi, efisiensi operasional, dan kompetensi insan perusahaan. Ini bagian dari kontribusi nyata Pupuk Kaltim dalam mendukung sektor pertanian dan swasembada pangan nasional,” pungkas Purwanto. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami



















