SAMARINDA, Pranala.co – Suasana haru dan khidmat menyelimuti Gedung Olahraga (GOR) Segiri, Jalan Kesuma Bangsa, saat Pemerintah Kota Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) menggelar acara pelepasan dan manasik haji terintegrasi bagi jemaah tahun 1447 Hijriah.
Sebanyak 1.024 jemaah haji asal Kota Samarinda secara resmi dilepas Wali Kota Samarinda, Andi Harun, untuk menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci.
Dalam laporan teknis, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Samarinda, Jurait, menjelaskan komposisi jemaah yang akan berangkat tahun ini.
Dari total 1.024 jemaah, sebanyak 436 orang merupakan perempuan dan 588 orang laki-laki. Seluruh jemaah akan dibagi ke dalam lima kelompok terbang (kloter).
“Jumlah jemaah kita 1.024 orang. Nantinya terbagi dalam lima kloter dan insyaallah mulai diberangkatkan pada 26 April 2026 menuju embarkasi Balikpapan,” ujar Jurait.
Keberangkatan ini juga didampingi oleh 18 orang Tim Pemandu Haji (TPH) serta lima Petugas Haji Daerah (PHD), yang terdiri atas tiga orang dari Kota Samarinda dan dua orang dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun, mengungkapkan rasa syukur atas kuota haji yang diterima tahun ini. Menurutnya, Samarinda kembali menjadi daerah dengan jumlah jemaah terbanyak di Kalimantan Timur.
“Alhamdulillah, tahun ini Samarinda mendapatkan kuota terbanyak di Kalimantan Timur,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Andi Harun juga memberikan pesan khusus kepada seluruh jemaah. Ia mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan dan memperkuat kesabaran selama menjalankan ibadah haji, terutama menghadapi kondisi cuaca ekstrem di Arab Saudi.
Diperkirakan suhu udara saat puncak wukuf di Arafah dapat mencapai hingga 50 derajat Celsius.
“Perjalanan haji penuh tantangan. Jaga keikhlasan, kuatkan kesabaran, dan saling menjaga. Jika kondisi kesehatan menurun, segera menyesuaikan diri dan beristirahat. Yang terpenting adalah tetap bugar saat puncak wukuf di Arafah pada 9 Zulhijah,” pesannya.
Selain pembekalan manasik, Pemerintah Kota Samarinda juga memberikan tambahan uang saku sebesar 100 riyal bagi setiap jemaah.
Bantuan tersebut merupakan tradisi yang telah berjalan selama empat tahun terakhir sebagai bentuk perhatian dan ikatan emosional antara pemerintah daerah dan warganya yang menunaikan ibadah haji.
“Mudah-mudahan berkah dan bermanfaat. Ini adalah bentuk ikatan antara pemerintah dengan para jemaah. Kami juga memohon doa agar Samarinda selalu diberkahi dan masyarakatnya sejahtera,” ujar Andi Harun. (TIA)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami


















