Pranala.co, BALIKPAPAN – Ancaman bencana dan situasi darurat selalu mengintai Indonesia. Di tengah kondisi itu, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) menegaskan perannya sebagai garda terdepan dalam setiap operasi penyelamatan.
Kepala Basarnas, Marsdya TNI Mohammad Syafii, menyebut lembaga yang dipimpinnya adalah kepanjangan tangan pemerintah dalam penanganan kedaruratan di seluruh wilayah Tanah Air.
“Basarnas pusat di Jakarta adalah pengendali operasi, yang pelaksanaannya dijalankan melalui kantor-kantor SAR di seluruh Indonesia,” ujar Syafii saat kunjungan kerja di Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim), Kamis (18/9).
Dalam lawatan itu, Syafii juga mengumpulkan seluruh kepala kantor SAR di Kalimantan. Ia mengakui, luas wilayah serta kondisi geografis di pulau ini menjadi tantangan tersendiri. Dari sungai, hutan, hingga permukiman yang tersebar luas.
Meski begitu, ia memastikan kemampuan personel Basarnas tetap bisa diandalkan.
“Kalau dibandingkan dengan potensi ancaman, memang belum sebanding. Tapi SDM Basarnas memiliki kompetensi standar,” tegasnya.
Keterbatasan justru mendorong Basarnas untuk lebih aktif bersinergi dengan pemerintah daerah. Kerja sama lintas sektor dinilai penting agar penanganan kedaruratan berjalan efektif.
Syafii menegaskan, Basarnas memiliki mandat undang-undang. Tugasnya mencakup penanganan bencana, kecelakaan transportasi darat, laut, maupun udara, hingga insiden dalam aktivitas masyarakat sehari-hari.
Ia mencontohkan kasus warga negara asing yang mengalami kedaruratan saat mendaki Gunung Rinjani.
“Setiap wilayah memiliki potensi ancaman yang berbeda, maka sarana dan prasarana yang kami tempatkan juga berbeda,” jelasnya.
Jika sebuah daerah lebih banyak wilayah perairan, Basarnas akan memperbanyak sarana laut. Sebaliknya, di daerah pegunungan atau dataran tinggi, fasilitas yang ditempatkan akan menyesuaikan kebutuhan.
Syafii menegaskan, visi Basarnas adalah menjadi organisasi SAR yang profesional, modern, dan teruji.
“Intinya, sarana dan prasarana akan selalu disesuaikan dengan kondisi dan potensi ancaman di wilayah masing-masing,” tegas Kepala Basarnas, Marsdya TNI Mohammad Syafii. (SR)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami


















