MANCHESTER, Pranala.co – Michael Carrick menorehkan namanya dalam sejarah Premier League. Kemenangan Manchester United atas Aston Villa 3-1 di Old Trafford, Minggu (15/3/2026), membawa sang manajer menyusul jejak legenda Carlo Ancelotti dan dua pelatih top Eropa lainnya.
Pertandingan yang digelar di hadapan puluhan ribu penonton setia Setan Merah berlangsung penuh ketegangan. Paruh pertama berakhir tanpa gol—skor kacamata yang membuat pendukung di tribun utara maupun selatan menahan napas.
Keheningan pecah usai jeda. Casemiro, gelandang bertekad Brasil, membobol gawang Villa terlebih dahulu. Namun keunggulan tuan rumah tak bertahan lama. Ross Barkley, mantan pemain Chelsea, menyamakan kedudukan untuk the Villans.
Laga semakin memanas. Matheus Cunha mengembalikan keunggulan MU sebelum Benjamin Sesko memastikan tiga poin berharga dengan gol di 10 menit terakhir waktu normal. Skor 3-1 bertahan hingga wasit meniup peluit panjang.
Kemenangan ini bukan sekadar angka di klasemen. Bagi Carrick, ini adalah pembuktian konsistensi luar biasa. Data dari Squawka menunjukkan, Carrick menjadi manajer keempat dalam sejarah Premier League yang memenangi minimal enam laga kandang pertamanya.
Tiga nama yang lebih dulu mencapai prestasi serupa adalah para pelatih kawakan: Carlo Ancelotti, Sven-Goran Eriksson, dan Manuel Pellegrini. Carrick kini berdiri sejajar dengan elite tersebut.
Rekor 100 persen kemenangan di Old Trafford ini diraih Carrick dalam dua periode berbeda membesut MU. Periode pertama saat menjadi manajer sementara pada Desember 2021 dimulai dengan kemenangan tipis 3-2 atas Arsenal.
Kini, di musim ini, ia melanjutkan catatan gemilang dengan mengalahkan Manchester City (2-0), Fulham (3-2), Tottenham Hotspur (2-1), Crystal Palace (2-1), dan terakhir Aston Villa (3-1).
Kemenangan ini juga menjadi pembalasan manis atas kekalahan 1-2 yang dialami MU di Villa Park pada Desember lalu. Carrick dan anak asuhnya membuktikan bahwa Old Trafford tetap menjadi benteng tak tertaklukkan bagi mereka.
Carrick sendiri menilai pertandingan ini sebagai ujian mental berat bagi para pemainnya.
“Tadi itu pertandingan yang sedikit berbeda,” ujar Carrick kepada BBC Sport usai laga. “Berada begitu dekat di klasemen dan melakukan lompatan kecil yang bisa kami lakukan jika menang—setelah kekalahan sebelumnya, itu merupakan ujian kecil dalam beberapa hal. Kami belum benar-benar mengalaminya dalam pertandingan yang harus kami hadapi.”
“Para pemain menghadapinya dengan sangat baik. Ke depannya, masih ada banyak pertandingan yang harus dimainkan,” tambahnya optimistis.
Dengan tren positif ini, Manchester United semakin mempertegas ambisi mereka bersaing di papan atas Premier League. Sementara Carrick, sang arsitek muda, terus menunjukkan bahwa ia bukan sekadar nama besar di masa lalu, melainkan pelatih dengan masa depan gemilang. (RE)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami



















