Pranala.co, SANGATTA — Ketua DPRD Kutai Timur (Kutim), Jimmi, buka suara soal alokasi anggaran sebesar Rp38,2 miliar yang digunakan untuk membangun sejumlah fasilitas di Polda Kalimantan Timur (Kaltim). Anggaran tersebut, kata dia, merupakan hibah daerah yang diberikan sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).
Berdasarkan data dari Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kutim yang diakses Senin (27/10/2025), terdapat tiga paket kegiatan Pemkab Kutim yang tertuju ke Polda Kaltim.
Paket terbesar adalah Pembangunan Garasi R4/R6 T.432 Polda Kaltim senilai Rp28,7 miliar dengan kode RUP 60098368.
Kemudian, Pembangunan Gedung Alsus T.800 Polda Kaltim bernilai Rp8,6 miliar (kode RUP 60098413).
Sedangkan paket ketiga berupa jasa konsultasi pengawasan pembangunan sarpras Polda Kaltim, dengan nilai Rp932,5 juta (kode RUP 60097945).
“Iya, hibah. Tidak masalah karena itu juga instruksi dari pusat untuk mendukung pembangunan dan pelayanan aparat hukum, terutama di wilayah penyangga IKN,” jelas Jimmi kepada awak media.
Menurutnya, langkah tersebut bukan hal baru. Sejumlah kabupaten dan kota di Kalimantan Timur juga memberikan bantuan serupa untuk mendukung infrastruktur kepolisian, termasuk pembangunan Sekolah Polisi Negara (SPN) di daerah lain.
“Ini bukan hanya Kutim. Daerah lain juga sudah memberikan dukungan. Intinya, ini bagian dari kontribusi daerah dalam memperkuat kesiapan aparat di wilayah IKN,” ujarnya.
Namun, Jimmi menegaskan, penggunaan anggaran hibah tetap harus diawasi dengan ketat agar tidak mengganggu stabilitas keuangan daerah dan tetap berpihak pada program pelayanan publik.
“Tentu pengaruh terhadap efisiensi anggaran daerah tetap ada. Itu nanti akan kami evaluasi dan komunikasikan dengan lembaga terkait,” katanya.
Ia menambahkan, DPRD Kutim mendukung kebijakan hibah sejauh tidak menyalahi aturan dan kemampuan fiskal daerah masih mencukupi.
“Selama tidak melanggar aturan dan kemampuan daerah memungkinkan, itu masih dalam koridor kebijakan. Tapi tetap harus transparan dan proporsional,” pungkasnya. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami


















Sy ngga habis pikir Kutim menghibahkan dananya ke Polda sedangkan kotanya saja penuh debu, pembangunan kurang tertata, becek banjir, kemana pemikirannya pemerintah Sangata ini di banding Bontang kalah jauh…coba dana yg ada di maksimalkan dl bentuk Sangata JD kota bersih asri br anggaran lebih BS buat keluar…konyol ah Sangata…sy org Bontang aja risih kl ke Sangata penuh debu persis ky Bontang di tahun 97 penuh debu dan tidak tertata..