Pranala.co, BALIKPAPAN — Pagi yang seharusnya berjalan biasa mendadak berubah kacau. Jalan Mulawarman, Kelurahan Sepinggan, Balikpapan Selatan, Jumat (2/1/2026), lumpuh total.
Sebuah kecelakaan beruntun terjadi. Enam kendaraan terlibat. Arus lalu lintas terhenti. Warga panik. Suara klakson bersahutan.
Insiden terjadi sekira pukul 08.20 Wita. Lokasinya di depan PT H&H, salah satu titik padat di kawasan tersebut.
Kendaraan yang terlibat didominasi sepeda motor. Di antaranya Yamaha Mio KT-3121-YM yang dikendarai Kisman (28), Honda Scoopy KT-6063-ZG oleh Lili Ristiana (23), Honda Scoopy KT-6967-LG yang dikemudikan Wahdaniah (19), serta Honda Vario KT-3661-ZS yang dikendarai Syifa Mumtaz (23).
Satu unit angkutan kota Suzuki Carry hijau nomor 7 berpelat KT-1970-KU yang dikemudikan Rahman (47) juga tak luput dari tabrakan.
Di tengah kepanikan itu, sebuah mobil Honda Mobilio hitam menjadi perhatian warga. Mobil bernomor polisi KT-1604-WN tersebut dikemudikan Rio Akbar (26), warga Kelurahan Sepinggan. Di dalamnya turut menumpang seorang penumpang, Nur Ahmy (19).
Saksi mata di lokasi, Dirman, mengaku tiba saat kondisi jalan sudah macet total. Sejumlah kendaraan terlihat ringsek. Beberapa pengendara tergeletak di jalan.
“Saya tidak melihat awal kejadiannya. Tapi dari keterangan warga, mobil hitam itu yang memicu kecelakaan,” ujar Dirman.
Ia menyebutkan, pengemudi Mobilio mengaku mengantuk saat berkendara. Pernyataan itu sempat memicu emosi warga. Situasi pun nyaris tak terkendali.
“Saya sempat mengamankan sopir mobil hitam supaya tidak diamuk massa,” katanya.
Beruntung, aparat dan warga segera membantu evakuasi. Sebagian besar korban masih dalam kondisi sadar saat dibawa dari lokasi kejadian.
Kepala Satuan Lalu Lintas Polresta Balikpapan, Komisaris Polisi Muhammad Dahlan Jauhari, menjelaskan kecelakaan bermula saat Honda Mobilio melaju dari arah Sepinggan menuju Batakan.
Saat tiba di depan PT H&H, pengemudi berusaha menghindari kendaraan di depannya. Namun, konsentrasi pengemudi terganggu.
“Pengemudi kehilangan konsentrasi saat menghindari kendaraan di depannya sehingga masuk ke jalur lawan arah,” jelas Jauhari.
Manuver tersebut berakibat fatal. Mobil langsung berhadapan dengan kendaraan dari arah berlawanan. Tabrakan beruntun pun tak terhindarkan.
Akibat kejadian itu, dua pengendara Honda Scoopy, Lili Ristiana dan Wahdaniah, mengalami luka-luka dan harus mendapatkan perawatan. Sementara kerugian material ditaksir mencapai Rp20 juta.
Jauhari menegaskan, kecelakaan ini disebabkan oleh kelalaian manusia. Faktor utama adalah hilangnya konsentrasi pengemudi.
Ia mengingatkan, Jalan Mulawarman merupakan jalur padat yang menuntut kewaspadaan tinggi dari setiap pengendara.
“Saat ini kami masih melakukan penyelidikan untuk menentukan langkah hukum selanjutnya,” pungkasnya. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami


















