Pranala.co, BALIKPAPAN — Kinerja Polda Kalimantan Timur (Kaltim) dalam mendukung program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) mendapat pengakuan dari Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi).
Atas upaya tersebut, Kapolda Kaltim Irjen Pol Endar Priantoro menerima Piagam Presisi Award yang diserahkan langsung Direktur Eksekutif Lemkapi, Dr Edi Saputra Hasibuan, di Ruang Kerja Kapolda Kaltim, Kamis (8/1/2026).
Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi jajaran Polda Kaltim dalam meningkatkan kualitas pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat, sekaligus konsistensi mendukung program strategis nasional melalui pendirian dan pengoperasian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Edi menilai Polda Kaltim menonjol dalam implementasi MBG karena telah mengoperasikan empat SPPG yang berjalan optimal. Penilaian itu berdasarkan pada hasil riset dan pemantauan selama dua bulan terakhir di berbagai wilayah Indonesia.
“Kami melihat dari berbagai pemberitaan dan respon masyarakat, khususnya dari para pelajar, banyak apresiasi terhadap layanan MBG yang diselenggarakan oleh Polda Kaltim,” ujar Edi.
Menurutnya, kualitas makanan yang diproduksi serta sistem pengawasan yang berjalan baik menjadi faktor penting keberhasilan SPPG Polda Kaltim. Hal ini, sebutnya, dinilai sangat membantu pemerintah dalam memperluas jangkauan manfaat program MBG yang menjadi prioritas nasional.
Edi berharap Polda Kaltim dapat terus menjaga kualitas tersebut. “Untuk ke depannya, kami juga mendorong agar sekitar 10 SPPG tambahan di Polda Kaltim dapat mulai beroperasi pada Maret, sehingga manfaatnya makin luas dirasakan masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Kapolda Kaltim Irjen Pol Endar menyebut penghargaan ini tentunya menjadi pemacu semangat bagi jajarannya untuk terus memperkuat kinerja pelayanan publik, khususnya dalam pelaksanaan program Asta Cita Presiden RI terkait MBG.
“Saat ini kami telah mengoperasikan empat SPPG dan terus melakukan pembenahan agar kualitas layanan benar-benar bisa diterima dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tuturnya.
Lanjut Endar, hingga kini belum ada keluhan dari penerima manfaat terkait pelaksanaan program MBG di bawah Polda Kaltim. Kendati demikian, justru ini menjadi tantangan untuk menjaga standar kualitas tetap tinggi.
“Tentunya ini akan menjadi tantangan bagi kami agar penerima manfaat benar-benar mendapatkan layanan terbaik,” ungkapnya.
Selain itu, pengembangan SPPG ditargetkan terus dipercepat. Seluruh unit yang masih dalam tahap persiapan diharapkan sudah dapat beroperasi pada akhir Maret hingga April mendatang.
Endar menargetkan sekitar 35 ribu penerima manfaat setiap hari dapat menerima layanan MBG dari Polda Kaltim.
“Semoga program ini dapat memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat Kalimantan Timur,” pungkasnya. (SR)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami


















