Pranala.co, PANGKEP — Kapal ambulans milik Desa Dewakang, Kecamatan Liukang Kalmas, Kabupaten Pangkep, dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Makassar. Kapal itu terakhir kali diketahui berlayar dari Pulau Tinggalungan menuju Pulau Dewakang Lompo, Senin (13/10/2025) sekira pukul 06.30 WITA.
Kabar hilangnya kapal ini membuat warga kepulauan di Pangkep resah. Pasalnya, kapal ambulans tersebut menjadi satu-satunya sarana darurat yang melayani rujukan pasien dari pulau-pulau terpencil ke rumah sakit di daratan.
Kepala Satuan Polairud Polres Pangkep, AKP Nompo, membenarkan insiden tersebut. Ia menjelaskan bahwa kapal berangkat dari Pulau Tinggalungan, Kelurahan Sapuka, Kecamatan Liukang Tangaya, menuju Pulau Dewakang Lompo, namun hingga kini tidak pernah tiba di tujuan.
“Benar, kapal ambulans Desa Dewakang sampai sekarang belum terpantau tiba di Pulau Dewakang Lompo dan tidak bisa dihubungi,” kata Nompo, Selasa (14/10/2025).
“Kami masih menunggu informasi tambahan dari warga maupun nelayan di sekitar pulau-pulau terdekat,” tambahnya.
Kapal tersebut membawa tiga Anak Buah Kapal (ABK), seluruhnya warga Pulau Tinggalungan, masing-masing: M. Tahir (65); Najamuddin (55); Hasri (60).
Ketiganya merupakan nelayan berpengalaman yang kerap mengoperasikan kapal ambulans desa untuk keperluan darurat medis maupun logistik antar-pulau.
Kapal ambulans itu memiliki bodi berwarna putih dengan tulisan besar “AMBULANCE DESA DEWAKANG” di sisi lambung. Ukurannya sekira 24 meter panjang dan 3 meter lebar.
Pihak kepolisian bersama Tim SAR Makassar sudah bergerak melakukan pencarian sejak Senin sore. Pencarian difokuskan di jalur laut antara Pulau Tinggalungan dan Pulau Dewakang Lompo, wilayah yang dikenal rawan ombak tinggi dan arus kuat.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Basarnas. Informasi juga sudah kami sebarkan ke semua pulau di sekitar lokasi. Kami minta masyarakat segera melapor jika melihat kapal dengan ciri tersebut,” ujar Nompo.
Hingga berita ini diterbitkan, pencarian masih berlangsung. Cuaca di sekitar lokasi dilaporkan cukup ekstrem, dengan gelombang mencapai dua meter dan angin kencang dari arah barat daya.
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami

















