PEMERINTAH Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) mulai menggeser arah kebijakan pendidikan ke level yang lebih tinggi. Bukan sekadar pemerataan akses, tetapi juga peningkatan kualitas hingga bertaraf internasional.
Melalui program “Sekolah Garuda”, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim kini menyiapkan perluasan sekolah unggulan di sejumlah daerah. Langkah ini diharapkan membuka peluang lebih luas bagi siswa berprestasi untuk merasakan pendidikan dengan standar global.
Pelaksana Tugas Kepala Disdikbud Kaltim, Armin, menjelaskan bahwa pengembangan ini difokuskan pada empat sekolah sebagai tahap awal transformasi.
“Program ini kami dorong agar tidak terpusat di satu lokasi. Targetnya, lebih banyak siswa di daerah bisa mengakses pendidikan bertaraf internasional,” ujarnya di Samarinda.
SMAN 10 Samarinda menjadi titik awal program ini sejak 2025. Sekolah tersebut dijadikan model karena dinilai telah memiliki fondasi kuat, baik dari sisi budaya akademik maupun kualitas tenaga pendidik.
Di sekolah ini, penggunaan bahasa Inggris dalam proses belajar mengajar menjadi salah satu ciri utama kelas internasional. Standar yang diterapkan pun lebih ketat dibandingkan sekolah umum.
Keberhasilan SMAN 10 menjadi pijakan bagi pemerintah untuk memperluas program ke wilayah lain.
Disdikbud Kaltim kini mengajukan tiga sekolah tambahan untuk mengikuti jejak tersebut. Salah satu yang menjadi prioritas adalah SMAN 2 Sangatta Utara, yang diproyeksikan sebagai pusat pengembangan pendidikan internasional di kawasan utara.
Selain itu, SMAN 3 Tenggarong dirancang dengan konsep berbeda. Sekolah ini akan dikembangkan sebagai sekolah berasrama penuh, dengan tujuan menciptakan lingkungan belajar yang lebih terkontrol dan intensif.
Sementara itu, SMAN 1 Balikpapan juga masuk dalam daftar pengembangan dan direncanakan mulai bertransformasi pada 2026.
Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah ingin memastikan kualitas pendidikan tidak hanya terkonsentrasi di ibu kota provinsi, tetapi merata hingga ke daerah penyangga.
Di balik ambisi tersebut, pemerintah menempatkan kualitas tenaga pendidik sebagai fondasi utama. Peningkatan kapasitas guru menjadi fokus utama agar standar internasional tidak hanya berhenti pada kurikulum, tetapi juga tercermin dalam proses belajar mengajar.
Program pelatihan komprehensif disiapkan bagi guru dan kepala sekolah. Materinya mencakup metode pengajaran modern hingga penguatan kemampuan berbahasa Inggris.
Namun, pelatihan saja dianggap belum cukup. Disdikbud juga menyiapkan sistem pendampingan intensif untuk memastikan materi yang diberikan benar-benar diterapkan di kelas.
“Pelatihan dan pendampingan harus berjalan bersama agar hasilnya optimal,” jelas Armin.
Program Sekolah Garuda menjadi bagian dari strategi jangka panjang Pemprov Kaltim dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang kompetitif secara global.
Dengan memperluas jangkauan sekolah berstandar internasional, Kaltim berupaya menyiapkan generasi muda yang tidak hanya unggul di tingkat lokal, tetapi juga mampu bersaing di tingkat global. [tia/re]
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami
















