Pranala.co, SAMARINDA – Kalimantan Timur (Kaltim) kini semakin dilirik investor. Bukan hanya karena hadirnya Ibu Kota Nusantara (IKN), tetapi juga berkat tujuh kawasan industri strategis yang tersebar di berbagai kabupaten/kota. Kawasan ini siap menampung modal dalam negeri (PMDN) maupun asing (PMA).
Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud menegaskan, tren investasi di Benua Etam terus menunjukkan kinerja positif.
“Hilirisasi tambang, industri kimia dasar, energi terbarukan, perkebunan sawit, pangan, hingga transportasi menjadi penopang utama,” ujar Rudy Mas’ud saat membuka High Level Meeting Regional Investor Relation Unit (HLM RIRU) di Ballroom Crystal Hotel Mercure Samarinda, Senin (29/9).
Berikut daftar kawasan industri yang menjadi magnet baru bagi investor:
- Kawasan Industri Kariangau (Balikpapan): 433 hektare, untuk industri agro, konstruksi, migas, hingga transportasi.
- Kawasan Industri Buluminung (Penajam Paser Utara): 214 hektare, fokus pengolahan produk pertanian, tambang, migas, dan mesin.
- KEK Maloy Batuta Trans Kalimantan (Kutai Timur): 557 hektare, untuk pengolahan minyak sawit, energi, kayu, dan logistik.
- Batuta Chemical Industrial Park (BCIP): 943 hektare, lahan siap pakai untuk industri kimia dasar.
- Kaltim Industrial Estate (KIE): 214 hektare, pengembangan industri beragam sektor.
- Kawasan Bontang Lestari (Bontang): lebih dari 1.316 hektare, siap untuk industrial estate, ready mix concrete, hingga properti.
Kehadiran IKN, kata Gubernur Kaltim, akan memunculkan peluang baru di berbagai sektor. Mulai dari konstruksi, properti, kesehatan, pendidikan, hingga teknologi digital.
“Semua ini adalah peluang besar yang harus kita sambut dengan kesiapan penuh,” tegasnya.
Meski peluang terbuka lebar, Gubernur Kaltim mengingatkan bahwa infrastruktur adalah faktor penentu. Karena itu, Pemprov Kaltim terus mendorong pembangunan transportasi, energi, logistik, dan digital. Semua diarahkan untuk mendukung iklim investasi yang sehat.
Dengan kesiapan ini, Kaltim diproyeksikan menjadi salah satu pusat investasi terbesar di Indonesia, sejalan dengan peran strategisnya sebagai rumah baru Ibu Kota Nusantara. (DIAS)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami


















