Pranala.co, KUKAR – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) memastikan akses transportasi masyarakat di Kelurahan Pendingin, Kecamatan Sanga-Sanga, Kabupaten Kutai Kartanegara, kembali aman dan layak dilalui. Kepastian itu diperoleh setelah Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltim melakukan peninjauan langsung ke lokasi, Kamis (22/1/2026).
Peninjauan dilakukan menyusul selesainya perbaikan jalan yang sebelumnya terdampak pergeseran tanah di area konsesi PT Indomining. Ruas jalan tersebut sempat mengganggu aktivitas warga karena menjadi jalur utama mobilitas masyarakat setempat.
Kepala Bidang Mineral dan Batubara (Minerba) Dinas ESDM Kaltim, Achmad Prannata, menyatakan hasil pengecekan di lapangan menunjukkan perbaikan telah dilaksanakan sesuai kewajiban perusahaan dan dapat difungsikan kembali oleh masyarakat.
“Dari hasil peninjauan, kami memastikan bahwa perbaikan jalan sudah dilakukan oleh perusahaan. Ini merupakan bentuk tanggung jawab korporasi terhadap fasilitas publik yang terdampak aktivitas pertambangan,” ujar Achmad Prannata.
Achmad menegaskan, pemerintah daerah tidak hanya bertindak sebagai regulator, tetapi juga pengawas aktif agar setiap kegiatan pertambangan tidak merugikan masyarakat. Menurutnya, dampak terhadap lingkungan dan infrastruktur publik harus ditangani secara cepat dan transparan.
“Pemerintah provinsi tidak mentoleransi perusahaan yang abai terhadap dampak kegiatannya. Jika terjadi gangguan terhadap infrastruktur atau lingkungan, maka perusahaan wajib segera melakukan penanganan,” tegasnya.
Ia menambahkan, penerapan standar operasional yang memperhatikan aspek lingkungan dan sosial menjadi syarat mutlak bagi seluruh pemegang izin usaha pertambangan di Kalimantan Timur.
Sementara itu, manajemen PT Indomining menyatakan perbaikan jalan sepanjang 239 meter tersebut dilakukan dengan spesifikasi teknis yang diklaim melebihi standar minimum. Hal ini dilakukan untuk menjamin ketahanan jalan dan keamanan pengguna dalam jangka panjang.
Chief of Mining Technique PT Indomining, Yustina Sesah, menjelaskan bahwa pekerjaan dilakukan menggunakan material berkualitas tinggi sesuai rekomendasi teknis.
“Seluruh pekerjaan dilaksanakan di atas standar yang ditentukan oleh Pekerjaan Umum. Kami menggunakan agregat kelas A dengan ketebalan 20 sentimeter serta lapisan beton K400 agar jalan lebih kuat dan tahan lama,” jelas Yustina.
Dengan selesainya pemulihan jalan tersebut, aktivitas masyarakat di sekitar wilayah lingkar tambang diharapkan kembali berjalan normal tanpa rasa khawatir. Pemerintah provinsi juga berharap kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
Sinergi antara pengawasan pemerintah dan respons cepat perusahaan, menurut Achmad Prannata, menjadi kunci untuk menjaga keseimbangan antara kegiatan pertambangan dan kepentingan publik.
“Keselamatan dan kenyamanan masyarakat adalah prioritas. Itu yang terus kami jaga dalam setiap pengelolaan sumber daya alam di Kalimantan Timur,” pungkasnya. (TIA)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami



















