Pranala.co, SAMARINDA — Dinas Komunikasi dan Informatika Kalimantan Timur (Diskominfo Kaltim) terus berpacu dengan waktu. Target besar sedang dikejar: menghadirkan internet gratis di seluruh desa di Kaltim. Hingga awal Oktober, capaian program ini menunjukkan perkembangan signifikan.
Kepala Diskominfo Kaltim, Muhammad Faisal, mengungkapkan bahwa hingga 7 Oktober, sebanyak 658 desa sudah tersambung jaringan internet. Angka itu setara 78 persen dari total target 841 desa.
“Per 7 Oktober sudah 658 desa yang terpasang, sekitar 78 persen. Kami terus berupaya mengejar target. Mudah-mudahan dua bulan terakhir ini bisa mengejar. Kalau pun belum tercapai sepenuhnya, sisanya tidak banyak,” kata Faisal.
Program ini sebenarnya mulai digulirkan pada April. Namun proses teknis dan operasional baru berjalan efektif sejak pertengahan Mei. Meski begitu, progresnya dinilai sangat cepat.
“Saya bangga dengan para staf yang mampu bekerja cepat,” ujarnya.
Faisal tidak menutup mata terhadap tantangan di lapangan. Menurut dia, hambatan terbesar adalah faktor waktu. Menyelesaikan pemasangan internet di 841 desa dalam durasi kerja hanya delapan bulan adalah pekerjaan besar.
“Kendalanya tentu waktu. Target 841 desa dengan jangka kerja hanya delapan bulan berarti sekitar 100 desa per bulan. Bisa dibayangkan tantangannya,” jelasnya.
Selain waktu, masalah teknis juga bervariasi. Tidak semua desa dapat dijangkau jaringan fiber optic. Ada desa yang hanya bisa disambungkan melalui jaringan wireless, ada yang harus memakai satelit.
“Bahkan ada desa yang belum memiliki listrik. Untuk kasus seperti ini, kami harus menggunakan tenaga surya ditambah satelit,” ungkap Faisal.
Meski target tahun ini berat, Faisal memastikan program internet desa tidak berhenti pada 2025. Pemerintah tetap berkomitmen memperluas jangkauan hingga seluruh desa mendapat akses internet yang layak.
“Meskipun berat, kami akan terus melanjutkan ini hingga lima tahun ke depan. Insyaallah program internet gratis untuk desa benar-benar bisa dirasakan manfaatnya,” tutupnya.
Program ini menjadi salah satu upaya strategis Kaltim untuk memastikan kesetaraan digital, terutama bagi daerah pedalaman dan pelosok. Dengan akses internet yang merata, pemerintah berharap tidak ada lagi desa yang tertinggal dari arus informasi. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami

















