Pranala.co, BALIKPAPAN — Tim SAR Gabungan kembali menemukan korban meninggal dunia dalam insiden kapal Feri Dharma Kartika IX yang mendadak miring sesaat setelah bersandar di Pelabuhan Semayang, Balikpapan, Selasa (27/1/2026) pagi. Dengan temuan terbaru ini, total korban tewas dalam peristiwa tersebut berjumlah tiga orang.
Berdasarkan data yang dihimpun media ini, ketiga korban meninggal dunia masing-masing bernama Idham Rapi (51), seorang laki-laki, serta dua perempuan berinisial Nurlina (41) dan Nani (64).
Insiden kapal miring terjadi sekitar pukul 05.50 WITA, tepat setelah kapal feri yang melayani rute Parepare–Balikpapan tiba dan bersandar di pelabuhan.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas IA Balikpapan, Dody Setiawan, mengatakan bahwa korban tambahan ditemukan saat proses evakuasi lanjutan dilakukan oleh tim SAR gabungan.
“Jumlah korban meninggal dunia tercatat sebanyak tiga orang,” ujar Dody saat ditemui di Pelabuhan Semayang Balikpapan.
Dody menjelaskan, korban pertama yang ditemukan merupakan seorang laki-laki yang terjepit di dalam kendaraan. “Korban pertama ditemukan dalam kondisi terjepit di dalam mobil, tepat di balik kemudi, dan berhasil dievakuasi sekitar pukul 12.20 WITA,” jelasnya.
Setelah evakuasi korban pertama, tim SAR gabungan kembali menerima laporan adanya kemungkinan korban lain yang belum ditemukan. Informasi tersebut berasal dari pihak keluarga penumpang yang hendak menuju Grogot, yang menyampaikan bahwa dua orang tua mereka belum ditemukan.
Menindaklanjuti laporan tersebut, tim SAR gabungan langsung melakukan pencarian lanjutan di area kejadian. “Setelah dilakukan asesmen dan pencarian di lokasi, kedua korban berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia,” ungkap Dody.
Dua korban terakhir ditemukan di bagian belakang kendaraan, namun berada di luar mobil. Keduanya tertimpa muatan berupa sayur-sayuran dan sembako yang dibawa oleh sebuah truk.
“Kedua korban tertimpa muatan truk dan masing-masing berhasil dievakuasi pada pukul 14.45 WITA dan 14.50 WITA. Dua korban terakhir tersebut berjenis kelamin perempuan,” terangnya.
Dody menambahkan, proses evakuasi sempat mengalami kendala karena banyaknya muatan truk di lokasi kejadian. “Sebab itu, area insiden terlebih dahulu disterilkan untuk memudahkan tim SAR gabungan dalam mengevakuasi para korban,” jelasnya. (SR)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami

















