Pranala.co, SANGATTA – Sebuah kecelakaan tunggal terjadi Jumat subuh, (14/11/2025), di Jalan Poros Bengalon–Kaliorang. Tepatnya di kawasan Sekurau Atas, Desa Sekerat, Kecamatan Bengalon, Kutai Timur (Kutim). Sebuah Toyota Innova Venturer bernopol F-1171-YG terjun ke area longsor sedalam tiga meter.
Kejadiannya berlangsung cepat. Sekitar pukul 05.00 WITA. Jalan masih gelap. Cuaca gerimis. Lampu jalan minim. Dan tikungan itu ternyata menyimpan bahaya.
Mobil yang dikemudikan Wahyudi, warga Bengalon, hilang kendali. Out of control. Ia tidak melihat tanda longsor di depannya. Mobil langsung melesat dan terperosok.
Wahyudi selamat. Luka-luka kecil saja. Lecet di kaki. Ia langsung mendapat penanganan setelah kejadian.
Tapi mobilnya rusak berat. Kaca depan pecah. Atap bagian depan penyok. Kaca belakang remuk. Baret di berbagai sisi. Kerugiannya ditaksir mencapai Rp50 juta.
Dari pemeriksaan awal, polisi menyimpulkan kecelakaan ini dipicu beberapa faktor sekaligus. Jalan yang longsor. Tikungan gelap. Minim penerangan. Cuaca gerimis saat dini hari. Semua itu mempersempit jarak pandang.
Pengemudi juga diduga kurang waspada. Kurang fokus. Sehingga tidak sempat menghindari titik longsor.
Kapolsek Bengalon, AKP Asriadi, mengatakan pihaknya langsung menuju lokasi setelah menerima laporan warga.
“Begitu menerima informasi, anggota langsung menuju TKP untuk melakukan olah tempat kejadian perkara, mendata korban, serta memastikan lokasi tidak menimbulkan kecelakaan lanjutan. Saat ini kendaraan masih dalam proses evakuasi,” ujarnya.
Ia mengingatkan warga agar lebih berhati-hati melintasi jalur tersebut. Terutama pada dini hari.
“Kondisi jalan di beberapa titik masih rawan longsor. Kami imbau pengguna jalan menjaga kecepatan dan meningkatkan kewaspadaan,” tambahnya.
Kapolres Kutai Timur, AKBP Fauzan Arianto, menegaskan bahwa kecelakaan seperti ini seharusnya bisa dicegah.
“Keselamatan berkendara harus menjadi prioritas utama, terutama pada jalur rawan,” tegasnya.
Ia menyebut pihaknya terus berkoordinasi dengan dinas terkait. Termasuk memasang rambu tambahan jika dibutuhkan.
“Kami terus mengingatkan masyarakat agar tidak memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi, apalagi di jalur yang memiliki riwayat longsor,” katanya. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami
















