Pranala.co, BONTANG – Semarak HUT Kemerdekaan RI ke-80 di Kelurahan Gunung Telihan, Kota Bontang berlangsung meriah. Tidak hanya diisi dengan pesta rakyat, acara puncak juga menjadi momentum penting untuk menyuarakan program pendidikan.
Bunda PAUD Gunung Telihan, Ria Kusuma Dewi, menegaskan bahwa semangat kemerdekaan harus diwujudkan dengan perjuangan di bidang pendidikan.
“Pendidikan adalah kunci masa depan bangsa. Wajib belajar 13 tahun, mulai dari PAUD hingga SMA atau sederajat, harus kita dukung bersama,” ujarnya di hadapan warga.
Ria menjelaskan, masa usia dini merupakan periode emas yang sangat menentukan tumbuh kembang anak. Segala hal yang ditanamkan sejak kecil akan menjadi fondasi kuat untuk masa depan.
Karena itu, pihaknya menghadirkan sejumlah inovasi untuk memperkuat pendidikan anak di wilayah Gunung Telihan.
Beberapa di antaranya adalah GELATIK MERDU (Gerakan Program Wajib Belajar 13 Tahun Melalui Sinergitas, Monitoring, Evaluasi, dan Edukasi), KELADI CANTIK (Kelas Orangtua dengan Anak Usia Dini yang Cermat, Aman, Edukatif, dan Kreatif), serta Satgas Pantas (Satuan Tugas Penanganan Anak Tidak Sekolah atau Putus Sekolah).
“Program-program ini dilaksanakan melalui kerja sama dengan PAUD, Posyandu, serta dukungan masyarakat,” tambahnya.
Acara puncak HUT RI itu juga dihadiri Camat Bontang Barat yang sekaligus Bunda PAUD Kecamatan, Lurah Gunung Telihan, Bhabinkamtibmas, Babinsa, Pokja Bunda PAUD, serta masyarakat. Anak-anak usia dini pun ikut memeriahkan suasana dengan berbagai penampilan kreatif.
Ria berharap sinergi ini bisa mempercepat sosialisasi gerakan wajib belajar 13 tahun yang menjadi prioritas pemerintah.
“Semangat merdeka adalah merdeka belajar, merdeka hidup, dan merdeka berkarya. Mari kita bersama-sama mencetak generasi bangsa yang sehat, cerdas, dan berkarakter sejak usia dini,” pungkasnya. (RE)

















