Pranala.co, SAMARINDA – Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Provinsi Kalimantan Timur kembali bergerak naik. Kenaikan ini terjadi setelah harga sempat melemah dalam beberapa pekan terakhir.
Tren positif tersebut dipicu meningkatnya permintaan global terhadap minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO). Permintaan yang menguat turut mendongkrak harga di tingkat petani.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perkebunan Kalimantan Timur, Ahmad Muzakkir, mengatakan kenaikan harga ini membawa dampak langsung terhadap pendapatan petani sawit. Terutama bagi petani yang tergabung dalam pola kemitraan dengan perusahaan pemilik pabrik kelapa sawit (PKS).
“Kenaikan ini tentu memberi angin segar bagi petani, khususnya kebun plasma yang sudah bermitra,” ujar Muzakkir dalam keterangan resminya, Jumat (2/1/2026).
Untuk periode 16–31 Desember 2025, harga rata-rata tertimbang CPO ditetapkan sebesar Rp13.886,58 per kilogram. Sementara harga kernel berada di angka Rp11.125,27 per kilogram.
Adapun indeks K ditetapkan sebesar 89,43 persen.
Muzakkir menjelaskan, kenaikan harga berlaku untuk seluruh kelompok umur tanaman sawit. Namun, besaran kenaikannya bervariasi sesuai usia pohon.
TBS dari tanaman umur 3 tahun ditetapkan sebesar Rp2.829,62 per kilogram. Untuk umur 4 tahun naik menjadi Rp3.017,16 per kilogram. Umur 5 tahun berada di angka Rp3.035,81 per kilogram.
Selanjutnya, TBS sawit umur 6 tahun dihargai Rp3.068,61 per kilogram. Umur 7 tahun Rp3.087,25 per kilogram. Umur 8 tahun Rp3.110,35 per kilogram.
Untuk tanaman umur 9 tahun, harga mencapai Rp3.176,20 per kilogram. Sedangkan umur 10 tahun menjadi yang tertinggi, yakni Rp3.213,46 per kilogram.
Menurut Muzakkir, daftar harga tersebut merupakan standar resmi bagi petani yang telah bermitra dengan perusahaan pemilik pabrik kelapa sawit di Kalimantan Timur.
Standar harga ini khususnya berlaku bagi kebun plasma yang telah menjalin kerja sama dengan pabrik minyak sawit (PMS).
Melalui pola kemitraan tersebut, diharapkan harga TBS petani tetap berada pada level wajar. Petani juga terlindungi dari praktik permainan harga oleh tengkulak.
“Kerja sama ini menjadi kunci agar harga TBS petani lebih stabil dan kesejahteraan petani sawit dapat terus meningkat,” pungkasnya. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami

















