• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Senin, April 6, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Kaltim
    • Bontang
    • Samarinda
    • Balikpapan
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Islampedia
  • Visual
    • Infografis
    • Video
  • Kolom
No Result
View All Result
  • Kaltim
    • Bontang
    • Samarinda
    • Balikpapan
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Islampedia
  • Visual
    • Infografis
    • Video
  • Kolom
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Bontang

Harga Plastik di Bontang Meroket hingga 40 Persen, Dampak Konflik Timur Tengah

Suriadi Said by Suriadi Said
6 April 2026 | 09:05
Reading Time: 3 mins read
0
Harga Plastik di Bontang Meroket hingga 40 Persen, Dampak Konflik Timur Tengah

Salah satu penjual plastik yang terpaksa menaikan harga jualnya.

Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

BONTANG, Pranala.co – Lonjakan harga plastik di Kota Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim), mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah. Sejak awal April 2026, harga berbagai jenis kemasan, mulai kantong kresek, mika makanan, hingga cup minuman, dilaporkan naik hingga 40 persen, memukul pedagang dan masyarakat.

Pantauan media ini, toko-toko penjual kemasan plastik menunjukkan hampir semua jenis plastik mengalami kenaikan signifikan. Mira Puspita (31), salah satu penjaga toko plastik di kawasan Bontang Selatan, mengaku kenaikan ini mulai terasa sejak momen Idulfitri Maret 2026.

PILIHAN REDAKSI

Akibat Efisiensi, Bontang Kirim Atlet Potensial Medali di Porprov VIII Kaltim Cabor Judo Bontang Bidik Empat Medali di Porprov

Akibat Efisiensi, Bontang Kirim Atlet Potensial Medali di Porprov VIII Kaltim

6 April 2026 | 08:11
Kecelakaan Tunggal di Bontang, Remaja 18 Tahun Meninggal Dunia

Kecelakaan Tunggal di Bontang, Remaja 18 Tahun Meninggal Dunia

6 April 2026 | 07:59

“Kami tidak bisa berbuat banyak. Harga yang sebelumnya Rp9.000 tiba-tiba naik menjadi Rp15 ribu, hampir semua jenis plastik naik hampir 40 persen,” ungkap Mira, Minggu (6/4/2026).

Menurut dia, kenaikan ini terkait pasokan energi minyak bumi yang terganggu akibat eskalasi perang di Timur Tengah. Biji plastik yang menjadi bahan baku utama terbuat dari minyak bumi dan gas alam, sehingga harga jual ikut terdampak.

“Iya, karena perang. Katanya biji plastik ini dibuat dari minyak bumi,” tambahnya.

Kenaikan harga membuat pedagang harus menomboki modal lebih besar, terutama bagi mereka yang sudah lebih dulu menjual stok lama sebelum harga naik. Mimin menilai kenaikan harga plastik akan memicu efek domino pada harga pangan, karena plastik menjadi komponen utama pengemasan makanan.

“Kalau harga plastik naik, harga lain-lainnya juga naik. Harga tempe, harga tahu ikut naik. Hidup rakyat malah ketekan terus,” keluhnya.

Pedagang lain, Sutrisno (48), menambahkan, “Tahun ini kenaikannya ugal-ugalan, ada yang naik Rp5.000, Rp7.000, bahkan Rp15 ribu. Omzet naik tipis, tapi modal kulak harus ditambah.”

Jenis plastik tertentu seperti Polyethylene (PE) mengalami kenaikan drastis dari Rp25 ribu menjadi Rp55 ribu per pack. Stok di tingkat agen juga mulai dibatasi, hanya 2–3 dus per pedagang, sehingga membuat ketersediaan barang semakin terbatas.

Kenaikan harga plastik dan stirofoam juga dirasakan pedagang makanan. Sismiati, penjual batagor di Kota Bontang menuturkan ia harus tetap menahan harga dagangan meski biaya kemasan meningkat dari Rp20.000 menjadi Rp40.000 per 100 pack sejak puasa hingga Lebaran.

“Pedagang harus mengalah karena melihat masyarakat juga kebingungan. Gaji mereka tidak naik, tapi semua harga serba naik,” ujarnya.

Kenapa harga plastik naik drastis?

Asosiasi Industri Olefin Aromatik Plastik (Inaplas) mengungkapkan, kondisi geopolitik di Timur Tengah menjadi faktor utama yang menyebabkan harga plastik naik.

Sekretaris Jenderal Inaplas Fajar Budiono menjelaskan, plastik diproduksi dari nafta, yaitu turunan minyak bumi. Pasokan nafta dunia sebagian besar berasal dari kawasan Asia Barat.

Namun, konflik yang melibatkan Israel, Amerika Serikat (AS), dan Iran membuat distribusi bahan baku terganggu, terutama karena penutupan jalur penting pengiriman energi dunia.

“Sekarang akibat perang kan terus yang pertama Selat Hormuz kan ketutup sehingga bahan baku berupa nafta yang 70 persen itu datangnya dari Middle East jadi tidak bisa terkirim ke para industri petrokimia,” kata Fajar menukil Kompas.com, Kamis (2/4/2026).

Situasi ini menjawab pertanyaan mengapa harga plastik naik dalam waktu relatif cepat. Ketergantungan global terhadap kawasan tersebut membuat dampaknya terasa hingga ke Indonesia.

Tidak hanya jalur distribusi yang terganggu, fasilitas produksi juga ikut terdampak. Sejumlah kilang minyak di Arab Saudi dan negara Teluk menjadi sasaran konflik.

Akibatnya, pasokan nafta semakin terbatas. Kombinasi antara distribusi yang tersendat dan produksi yang terganggu membuat industri petrokimia menghadapi ketidakpastian.

“Dan ini tidak hanya di Indonesia hampir seluruh dunia,” ujar Fajar.

Kondisi ini menjadi salah satu penyebab harga plastik naik secara global, bukan hanya di pasar domestik.

Meski konflik sudah terjadi sejak akhir Februari 2026, lonjakan harga tidak langsung terasa. Pada minggu pertama, pelaku industri masih mencoba menyesuaikan produksi dan mengelola stok bahan baku.

Memasuki minggu kedua atau awal Maret, kenaikan mulai terlihat. Tren ini berlanjut hingga menjelang Hari Raya Idulfitri, ketika permintaan meningkat.

Fajar sebelumnya juga telah memperingatkan bahwa sekitar 10 hari setelah Lebaran akan terjadi perubahan pola bisnis di industri plastik dan turunannya.

“Sekarang kejadian nih pas begitu kita mulai buka pasar orang-orang sudah mulai belanja sementara bahan baku yang selama ini dibeli itu sudah mulai berubah,” kata Fajar. (RE/DIAS)

 

Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami

Previous Post

Akibat Efisiensi, Bontang Kirim Atlet Potensial Medali di Porprov VIII Kaltim

BACA JUGA

Kecelakaan Tunggal di Bontang, Remaja 18 Tahun Meninggal Dunia

Kecelakaan Tunggal di Bontang, Remaja 18 Tahun Meninggal Dunia

6 April 2026 | 07:59
Kapal Mendadak Lumpuh, Lima Warga Bontang Selamat dari Ancaman Laut

Kapal Mendadak Lumpuh, Lima Warga Bontang Selamat dari Ancaman Laut

5 April 2026 | 21:35
Lapas Bontang Usulkan 1.187 Warga Binaan Masuk Daftar Pemilih

Lapas Bontang Usulkan 1.187 Warga Binaan Masuk Daftar Pemilih

5 April 2026 | 20:52
Aco Masuk Penjara, Sabu 10,38 Gram Gagal Edar di Berbas Pantai Bontang Digrebek Dini Hari di Tanjung Laut, Polres Bontang Amankan 3 Terduga Kasus Sabu Kejadiannya di Samarinda, Adu Mulut soal Warisan Berujung Penganiayaan Sabu di Kandang Ayam, Warga Tanah Merah Diciduk Satresnarkoba Samarinda Mengaku Dibegal, Pria di Samarinda Sengaja Lukai Dirinya karena Malu Tak Mampu Bayar Mahar

Aco Masuk Penjara, Sabu 10,38 Gram Gagal Edar di Berbas Pantai Bontang

5 April 2026 | 18:53
Kabar Duka: Wakil Ketua DPRD Bontang, Maming Tutup Usia

Kabar Duka: Wakil Ketua DPRD Bontang, Maming Tutup Usia

4 April 2026 | 22:43
Potensi Pajak Bontang Bisa Tembus Rp257 Miliar

Potensi Pajak Bontang Bisa Tembus Rp257 Miliar

4 April 2026 | 22:12

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Tagihan Air Membengkak? PDAM Bontang Jelaskan Penyebab dan Solusinya Distribusi Air dari WTP KS Tubun Mati Total Akhir Pekan Ini

Tagihan Air Membengkak? PDAM Bontang Jelaskan Penyebab dan Solusinya

3 April 2026 | 21:21
Tidak Ada Gelombang PHK PPPK Bontang, tapi TPP Terancam Dipangkas

Tidak Ada Gelombang PHK PPPK Bontang, tapi TPP Terancam Dipangkas

30 Maret 2026 | 19:05
Beraksi Lima Kali, Pencuri Helm di Bontang Ditangkap, Motifnya Kebutuhan Hidup

Beraksi Lima Kali, Pencuri Helm di Bontang Ditangkap, Motifnya Kebutuhan Hidup

4 April 2026 | 16:33
ASN Bontang Berkinerja Buruk Terancam Potong TPP ASN Bontang Terapkan Jam Kerja Baru Mulai 1 September 2025, Ini Rinciannya

ASN Bontang Terapkan Jam Kerja Baru Mulai 1 September 2025, Ini Rinciannya

28 Agustus 2025 | 09:11
Jadwal Keberangkatan Kapal PELNI di Pelabuhan Semayang Balikpapan Periode 1-11 April 2026 Jadwal Kapal Pelni Juli 2025 dari Balikpapan dan Bontang, Cek Lengkapnya di Sini Jadwal Kapal Pelni Balikpapan Juli 2025 Resmi Rilis, Cek Tanggal dan Rute Lengkapnya di Sini

Jadwal Keberangkatan Kapal PELNI di Pelabuhan Semayang Balikpapan Periode 1-11 April 2026

29 Maret 2026 | 21:14

Terbaru

Harga Plastik di Bontang Meroket hingga 40 Persen, Dampak Konflik Timur Tengah

Harga Plastik di Bontang Meroket hingga 40 Persen, Dampak Konflik Timur Tengah

6 April 2026 | 09:05
Akibat Efisiensi, Bontang Kirim Atlet Potensial Medali di Porprov VIII Kaltim Cabor Judo Bontang Bidik Empat Medali di Porprov

Akibat Efisiensi, Bontang Kirim Atlet Potensial Medali di Porprov VIII Kaltim

6 April 2026 | 08:11
Kecelakaan Tunggal di Bontang, Remaja 18 Tahun Meninggal Dunia

Kecelakaan Tunggal di Bontang, Remaja 18 Tahun Meninggal Dunia

6 April 2026 | 07:59
Venue Dayung Samarinda Diduga jadi Sarang Narkoba, 5 Orang Diciduk

Venue Dayung Samarinda Diduga jadi Sarang Narkoba, 5 Orang Diciduk

6 April 2026 | 07:46

Jalan Seruling 4 RT 21 Nomor 74E
Kelurahan Bontang Baru, Kota Bontang
Kalimantan Timur, Indonesia

Telepon : 0811-5423-245
Iklan : [email protected]

  • NASIONAL
  • KALTIM
  • BALIKPAPAN
  • SAMARINDA
  • BONTANG
  • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • LEISURE
  • ISLAMPEDIA
  • INFOGRAFIS
  • VIDEO
  • KOLOM
COPYRIGHT © 2023 PRANALA.CO, ALL RIGHT RESERVED
Managed by Aydan Putra
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Kaltim
    • Bontang
    • Samarinda
    • Balikpapan
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Islampedia
  • Visual
    • Infografis
    • Video
  • Kolom

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved