Pranala.co, JAKARTA – Dunia kripto kembali berguncang. Bitcoin resmi menembus harga tertinggi sepanjang masa di level USD 126.000 atau setara Rp2,1 miliar per koin.
Lonjakan ini bukan sekadar rekor angka. Ia menandai babak baru dalam sejarah aset digital—bahwa Bitcoin kini bukan lagi sekadar permainan spekulatif, tapi mulai dipandang sebagai aset lindung nilai global.
Dalam setahun terakhir, harga Bitcoin nyaris dua kali lipat. Tren ini membuat investor, baik ritel maupun institusi, kembali menaruh kepercayaan besar pada aset kripto nomor satu dunia itu.
Vice President INDODAX, Antony Kusuma, menyebut rekor ini bukan hasil euforia sesaat. Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan Bitcoin telah masuk fase kematangan baru dalam sistem keuangan dunia.
“Pencapaian harga USD 126.000 adalah bukti nyata bahwa Bitcoin kini diakui sebagai bagian dari strategi diversifikasi aset oleh lembaga keuangan besar di seluruh dunia,” ujar Antony, Kamis (9/10).
Ia menjelaskan, reli harga Bitcoin kali ini lebih banyak dipicu oleh investor institusional. Dana besar mulai mengalir ke produk berbasis Bitcoin, seperti ETF dan treasury korporasi.
“Meski porsi kepemilikan institusi masih kecil dibanding total suplai, arus dana yang masuk menandakan meningkatnya kepercayaan terhadap infrastruktur aset digital global,” tambahnya.
Kenaikan harga Bitcoin ini juga berdampak langsung ke pasar dalam negeri. Menurut Antony, aktivitas perdagangan di INDODAX melonjak tajam dalam sepekan terakhir.
“Volume transaksi meningkat hampir 50% dibandingkan periode sebelumnya. Pada hari Bitcoin mencapai rekor USD 126.000, volume trading di INDODAX bahkan menembus Rp1 triliun,” ungkapnya.
Lonjakan ini, kata Antony, menjadi bukti bahwa masyarakat Indonesia semakin percaya diri berinvestasi di aset kripto. “Mereka mulai memandang kripto bukan lagi sekadar spekulasi, tapi bagian dari strategi keuangan jangka panjang,” ujarnya.
Peluang Indonesia di Ekosistem Kripto Global
Momentum kenaikan Bitcoin, lanjut Antony, menjadi peluang besar bagi Indonesia untuk memperkuat posisi di kancah kripto global.
Dengan regulasi yang semakin matang dan dukungan pemerintah melalui OJK, industri aset digital di Tanah Air dinilai siap menjadi salah satu yang paling progresif di Asia Tenggara.
“Ketika permintaan dari institusi besar terus tumbuh, harga wajar Bitcoin akan cenderung meningkat. Kami selalu menyarankan anggota INDODAX untuk menerapkan strategi pembelian bertahap atau Dollar-Cost Averaging (DCA) agar lebih tahan terhadap volatilitas,” jelasnya.
Tidak hanya Bitcoin, reli harga ini juga menular ke aset kripto lain seperti Ethereum dan XRP. “Ketika Bitcoin mencetak rekor baru, biasanya modal akan berputar ke altcoin besar. Ini menunjukkan ekosistem kripto sedang memasuki fase pertumbuhan berikutnya,” tutur Antony.
Dengan kapitalisasi pasar yang terus meningkat dan minat global yang makin tinggi, Bitcoin kini bukan sekadar simbol revolusi keuangan digital, melainkan fondasi baru dunia investasi modern. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami



















