Pranala.co, SAMARINDA — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) terus melakukan pembenahan tata kelola Program Gratispol Pendidikan. Program unggulan ini dirancang untuk meringankan beban biaya pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Benua Etam, dan saat ini telah menjangkau lebih dari 24 ribu mahasiswa.
Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, berujar penyempurnaan program dilakukan secara berkelanjutan agar penerima manfaat dapat merasakan kemudahan akses dan kenyamanan layanan.
“Tujuan utama Program Gratispol Pendidikan adalah meringankan beban biaya pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas SDM Kalimantan Timur,” ujar Rudy Mas’ud, Senin (9/2/2026).
Gubernur Kaltim menegaskan, program ini menjadi bagian penting dari strategi pemerintah daerah dalam menyiapkan generasi yang setara, unggul, dan berdaya saing tinggi, sejalan dengan visi besar Indonesia Emas 2045.
Berdasarkan hasil evaluasi internal, pelaksanaan Gratispol Pendidikan dinilai berjalan cukup baik. Meski demikian, Rudy mengakui masih ditemukan sejumlah kendala di lapangan, terutama terkait perbedaan persepsi masyarakat terhadap mekanisme program yang baru pertama kali dijalankan.
“Kami tidak menutup mata bahwa masih ada kekurangan, mengingat ini merupakan program perdana. Karena itu, evaluasi dan perbaikan terus kami lakukan,” katanya.
Pemprov Kaltim membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk menyampaikan kritik maupun saran. Seluruh masukan tersebut akan ditindaklanjuti melalui Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Provinsi Kaltim sebagai unit teknis pelaksana program.
Dia juga menegaskan kembali sejumlah ketentuan utama penerima manfaat. Salah satunya, program ini hanya diperuntukkan bagi putra-putri asli Kalimantan Timur atau warga yang telah berdomisili di Kaltim sekurang-kurangnya selama tiga tahun.
Selain itu, Gratispol Pendidikan difokuskan bagi mahasiswa jalur reguler mulai jenjang strata satu (S1) hingga strata tiga (S3). Program ini tidak mencakup mahasiswa jalur ekstensi maupun eksekutif.
Tidak hanya mahasiswa, program ini juga memberikan perhatian khusus kepada para guru yang ingin meningkatkan kualifikasi akademik. Langkah tersebut dinilai strategis untuk mendorong peningkatan mutu pendidikan di daerah melalui penguatan kapasitas tenaga pendidik.
“Guru menjadi prioritas karena kualitas pendidikan sangat ditentukan oleh kualitas pengajarnya,” ujar Rudy.
Menanggapi keluhan masyarakat terkait lambatnya respons layanan, Dia mengakui adanya keterbatasan sumber daya manusia. Saat ini, tim administrator program hanya berjumlah 10 orang untuk melayani tingginya antusiasme pendaftar.
Pemprov Kaltim tengah mengkaji opsi penambahan personel di lini pelayanan agar pengaduan dan pertanyaan masyarakat dapat ditangani lebih cepat dan efektif.
Sebagai langkah transparansi, masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi resmi dan petunjuk teknis pelaksanaan program melalui akun media sosial @gratispol_pendidikan.
Untuk penanganan kasus khusus, seperti pendaftar berusia di atas 50 tahun atau kebutuhan informasi terkait pendidikan luar negeri, Gubernur menyarankan agar masyarakat berkonsultasi langsung dengan Biro Kesra.
Dia menegaskan, Pemprov Kaltim berkomitmen untuk terus mengkaji setiap dinamika yang muncul agar Program Gratispol Pendidikan dapat berjalan optimal, minim hambatan administratif, dan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di masa mendatang. (SON)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami


















