Pranala.co, SANGATTA – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Kutai Timur (Kutim) menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Kutai Timur, Rabu (4/3). Mereka menyampaikan enam tuntutan terkait persoalan infrastruktur dan keselamatan masyarakat yang dinilai terabaikan.
Ketua DPC GMNI Kutim, Deo Datus Feran Kacaribu, mengatakan aksi digelar sebagai respons atas berbagai keluhan masyarakat yang belum mendapat penanganan optimal dari pihak berwenang.
“Sehubungan dengan masih adanya permasalahan yang berdampak pada keselamatan, kenyamanan, dan perlindungan warga serta masyarakat pengguna jalan, maka GMNI Kutim menyampaikan tuntutan,” ujarnya.
Salah satu tuntutan utama adalah pemasangan lampu penerangan jalan di sepanjang ruas Road 9. Kondisi jalan yang minim pencahayaan dinilai rawan dan berpotensi membahayakan pengguna jalan, terutama pada malam hari.
Selain itu, mahasiswa juga menyoroti kerusakan parah di ruas Jalan Soekarno-Hatta. Jalur tersebut merupakan akses vital menuju RSUD Kudungga sekaligus jalur utama aktivitas pelajar dan mahasiswa.
“Kami meminta perbaikan jalan sekaligus pemasangan rambu lalu lintas di sepanjang ruas tersebut,” tegas Deo.
Tuntutan lain yang diangkat adalah penertiban Sukarelawan Petugas Lalu Lintas (Supeltas) yang dinilai meresahkan pengguna jalan. GMNI mendorong adanya kajian ulang terhadap keberadaan Supeltas agar memiliki kepastian hukum dan sesuai prosedur resmi.
Mahasiswa juga meminta penempatan personel polisi lalu lintas di titik-titik strategis, terutama pada jam sibuk berangkat dan pulang kerja, guna meningkatkan pengawasan serta keselamatan berlalu lintas.
GMNI Kutim mendesak pengesahan Peraturan Kapolres terkait perlindungan pengemudi ojek online. Tuntutan ini dianggap penting sebagai bentuk perlindungan terhadap pekerja sektor informal yang rentan terhadap risiko kecelakaan maupun tindak kriminal.
“Tuntutan ini adalah bentuk aspirasi rakyat yang harus segera ditindaklanjuti. Kami akan memantau progres tindak lanjut dan menuntut akuntabilitas dari seluruh pihak terkait,” kata Deo.
DPRD: Aspirasi Akan Dipelajari
Menanggapi aksi tersebut, Ketua DPRD Kutai Timur, Jimmi, menyampaikan apresiasi atas penyampaian aspirasi mahasiswa.
“Ini semua bermanfaat buat kita sebagai satu-kesatuan untuk menjaga kondusivitas di Kabupaten Kutai Timur,” ujarnya.
Ia menyatakan DPRD akan mempelajari setiap tuntutan yang disampaikan dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menindaklanjutinya. (HAF)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami


















