Pranala.co, SANGATTA — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) mengalokasikan anggaran Rp11,675 miliar untuk meningkatkan layanan kesehatan masyarakat di Kecamatan Sangatta Utara. Dana tersebut digunakan membangun gedung permanen dua lantai Puskesmas Teluk Lingga yang kini tampil lebih lapang, modern, dan representatif.
Anggaran pembangunan bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2024 sebesar Rp5,915 miliar serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kutim 2025 senilai Rp5,760 miliar. Sinergi pembiayaan pusat dan daerah itu menjadi fondasi penguatan pelayanan kesehatan dasar bagi warga.
Di gedung baru tersebut, sistem layanan ditata dalam lima kluster untuk memperjelas alur penanganan pasien. Kluster tersebut meliputi layanan ibu, anak, dan remaja; kluster dewasa dan lanjut usia; pelayanan penyakit menular seperti VCT, HIV/IMS, dan kesehatan lingkungan; serta unit gawat darurat (UGD) dan laboratorium.
Pola pengelompokan ini dirancang agar pelayanan lebih terstruktur, sigap, dan efisien, sekaligus menjaga kenyamanan serta privasi pasien.
Dengan kapasitas hingga 200 pasien per hari, puskesmas ini diperkuat 70 tenaga kesehatan, termasuk lima dokter umum dan dua dokter gigi. Dukungan sumber daya manusia tersebut diharapkan mampu menjaga mutu layanan, tidak hanya dari sisi kecepatan, tetapi juga kualitas penanganan medis.
Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, menegaskan bahwa anggaran tersebut merupakan bentuk keberpihakan pemerintah terhadap kebutuhan mendasar masyarakat.
“Rp11,675 miliar ini bukan hanya untuk membangun gedung, tetapi memastikan masyarakat mendapatkan layanan kesehatan yang layak dan bermutu. Kita ingin warga Sangatta Utara tidak perlu jauh-jauh berobat, karena fasilitasnya sudah memadai di sini,” ujarnya.
Kepala Puskesmas Teluk Lingga, Sri Endrayati, menyampaikan bahwa peningkatan infrastruktur berdampak langsung pada mutu pelayanan. Menurut dia, pembagian kluster membuat arus pasien lebih tertib dan terarah.
“Dengan ruang pelayanan yang lebih luas dan pembagian kluster yang jelas, alur pasien menjadi lebih tertib. Kami bisa memberikan pelayanan yang lebih fokus, termasuk untuk ibu hamil, lansia, maupun pasien penyakit menular dengan tetap menjaga privasi dan kenyamanan,” jelasnya.
Warga pun merasakan perubahan tersebut. Salah seorang pasien, Frans Manucule, mengaku pelayanan kini lebih nyaman dan tertata.
“Ruang tunggu lebih luas, pelayanannya juga cepat. Kami sebagai masyarakat merasa diperhatikan,” katanya. (SON)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami
















