Pranala.co, BONTANG — Kasus perundungan alias bullying di sekolah dasar kembali mencuat di Bontang. Dua orangtua siswa dari sekolah berbeda berbagi cerita tentang pengalaman tidak menyenangkan yang dialami anak-anak mereka. Cerita itu sederhana, tetapi dampaknya besar. Diam-diam, bullying masih terjadi di lingkungan sekolah.
Ag, salah satu wali murid, mulai curiga saat melihat bekas gigitan di bahu anaknya sepulang sekolah. Luka itu membuatnya gelisah. Ia kemudian mengajak buah hatinya berbicara pelan-pelan.
Baru setelah merasa aman, sang anak bercerita. Ternyata kejadian itu bukan yang pertama. Ia sering kehilangan barang, diganggu saat belajar, bahkan makanannya pernah dicampur sambal hingga membuatnya sakit perut.
“Anak saya memang pendiam. Kalau diganggu, dia tidak membalas. Kalau saya tidak lihat luka gigitan itu, mungkin dia tidak pernah cerita,” kata Ag.
Ag lalu melapor ke pihak sekolah. Ia bersyukur, penanganan yang diberikan cukup membantu. Kini anaknya lebih nyaman berada di kelas. Gangguan yang dulu terjadi berulang kali sudah tidak lagi dialaminya.
Jilbab Dilap Tinta dan Buku yang Disobek
Cerita lain datang dari Aj. Ia mengungkapkan bahwa anaknya beberapa kali mengalami tindakan yang membuatnya tidak nyaman. Mulai dari alat tulis hilang, buku disobek, hingga jilbab anaknya digunakan teman sekelas sebagai lap tinta pulpen.
“Karena itu, anak saya sempat malas pergi sekolah. Tapi setelah saya bujuk, akhirnya mau sekolah lagi,” ujarnya.
Aj memilih menyelesaikan persoalan itu dengan menegur langsung siswa yang diduga sering mengganggu anaknya. Cara itu ternyata cukup efektif.
“Alhamdulillah sekarang dia tidak pernah diganggu lagi,” katanya.
Meski tampak kecil, kedua orangtua sepakat bahwa tindakan-tindakan tersebut dapat memengaruhi suasana hati, motivasi belajar, bahkan kepercayaan diri anak. Mereka berharap sekolah lebih aktif melakukan pengawasan, pendampingan, serta komunikasi dengan orang tua.
Lingkungan belajar harus menjadi tempat yang aman. Tempat di mana setiap anak merasa tenang, dihargai, dan bisa tumbuh dengan percaya diri. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami
















