BERAU, Pranala.co — Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah alias DPRD Berau, Elita Herlina, menegaskan pentingnya perpustakaan sekolah sebagai ruang belajar alternatif yang mendukung kegiatan literasi siswa.
Menurutnya, fasilitas ini tidak sekadar tempat penyimpanan buku, melainkan pusat aktivitas literasi yang mampu menciptakan suasana belajar aktif dan menyenangkan.
Elita menilai, proses pembelajaran siswa tidak dapat terbatas pada ruang kelas semata. Kebutuhan akan ruang tambahan seperti perpustakaan menjadi esensial untuk memastikan ketersediaan fasilitas pendukung yang memadai di lingkungan sekolah.
“Perpustakaan sekolah bisa dijadikan sebagai ruang belajar alternatif murid,” ujar Elita.
Lebih jauh, politisi asal Berau ini menekankan bahwa fungsi perpustakaan sekolah harus melampaui aspek administratif. Fasilitas tersebut dituntut mampu menjadi motor penggerak budaya membaca di kalangan siswa.
“Tidak hanya membaca, tetapi juga belajar memahami serta mengolah informasi yang mereka dapatkan,” jelasnya.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Elita menguraikan sejumlah aspek krusial yang perlu diperhatikan. Pertama, penyediaan fasilitas yang memadai dan nyaman bagi pengguna.
Kedua, ketersediaan koleksi buku yang relevan dengan kebutuhan serta perkembangan kurikulum siswa. Ketiga, implementasi program pembelajaran inovatif yang menjadikan kegiatan membaca lebih menarik dan interaktif.
Dengan pengelolaan yang profesional dan kreatif, perpustakaan sekolah diharapkan mampu bertransformasi menjadi laboratorium literasi yang efektif. Transformasi ini menjadi fondasi penting dalam pembentukan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis dan kreatif.
“Dengan generasi kritis dan kreatif, generasi muda dapat menghadapi berbagai tantangan di masa depan,” pungkas Elita. (ADS/DPRD BERAU)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami
















