Samarinda, PRANALA.CO – Awal tahun 2025 menjadi angin segar bagi perekonomian Kalimantan Timur (Kaltim). Provinsi yang dikenal sebagai lumbung energi ini mencatatkan peningkatan signifikan dalam aktivitas ekspor. Nilainya yang melonjak hingga mencapai USD 1,81 miliar pada Februari 2025. Angka ini tumbuh 7,85 persen dibanding bulan sebelumnya.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Timur, Yusniar Juliana, dalam keterangannya mengungkapkan bahwa sektor migas mengalami lonjakan cukup tajam. Yakni 25,11 persen dengan nilai mencapai USD 217,58 juta. Tak kalah kuat, sektor nonmigas pun tumbuh sebesar 5,86 persen menjadi USD 1,59 miliar. Serta menjadi tulang punggung ekspor dengan kontribusi hampir 88 persen.
“Ekspor nonmigas mendominasi ekspor Kaltim, didorong oleh komoditas pertambangan, industri pengolahan, dan pertanian,” terang Yusniar dalam keterangannya, Sabtu (12/4/2025).
Sektor pertambangan menjadi penopang utama dengan nilai ekspor USD 1,18 miliar, disusul industri pengolahan senilai USD 401,30 juta, serta pertanian yang ikut menyumbang USD 1,45 juta.
Negara-negara tujuan utama ekspor Kaltim tetap konsisten. Yakni, Tiongkok menduduki posisi teratas dengan kontribusi 34,81 persen, diikuti India (17,35 persen), dan Filipina (8,83 persen). Sementara, kawasan ASEAN secara keseluruhan, Kaltim mengirimkan ekspor senilai lebih dari USD 401 juta atau sekira 25 persen dari total ekspor.
Tak hanya ekspor yang mencatatkan performa positif, tren impor ke Kaltim juga menunjukkan peningkatan. Sepanjang Februari 2025, nilai impor tercatat sebesar USD 471,93 juta atau naik 20,86 persen dibandingkan Januari 2025.
“Impor bahan baku mendominasi struktur impor dengan kontribusi lebih dari 90 persen,” ujar Yusniar.
Impor migas tercatat sebesar USD 314,72 juta (naik 12,78 persen), sementara impor nonmigas tumbuh 41,10 persen menjadi USD 157,21 juta. Impor didominasi oleh bahan baku senilai USD 428,08 juta, diikuti barang modal dan konsumsi.
Dari semua aktivitas ekspor-impor tersebut, Kaltim mencatat neraca perdagangan yang sangat positif, dengan surplus sebesar USD 1,33 miliar pada Februari 2025. Sektor nonmigas bahkan mencetak surplus USD 1,43 miliar, menutupi defisit sektor migas yang berada di angka USD 97,14 juta. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami



















Comments 1