Pranala.co, SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur alias Pemprov Kaltim mulai serius menata aset-aset strategis milik daerah. Salah satunya kawasan eks Bandara Temindung, Samarinda.
Lahan yang selama ini kurang optimal itu disiapkan menjadi pusat perkantoran terpadu. Sekaligus creative hub. Ruang baru bagi pemerintahan dan ekonomi kreatif.
Rencana pengembangan tersebut telah disusun Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kaltim sejak 2024. Dukungan pun datang dari Komisi II DPRD Kaltim.
Langkah ini dinilai strategis. Bukan hanya untuk menata wajah kota. Tetapi juga untuk memastikan aset daerah memberi manfaat nyata.
“Optimalisasi aset diharapkan dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah sekaligus memperbaiki pelayanan publik,” ujar Sekretaris Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kaltim, Selasa (20/1/2026).
Menurutnya, kawasan eks Bandara Temindung memiliki nilai ekonomi tinggi. Letaknya strategis. Aksesnya mudah. Potensial menjadi pusat aktivitas pemerintahan dan ruang tumbuh bagi pelaku kreatif.
Lebih dari sekadar pembangunan fisik, pengelolaan aset ini juga menyangkut tata kelola. Pemprov Kaltim menegaskan pengelolaan aset harus tertib, transparan, dan akuntabel.
Komitmen tersebut sejalan dengan indikator Monitoring, Controlling, Surveillance for Prevention (MCSP) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sistem yang mendorong pencegahan penyimpangan sejak dini.
Pemprov Kaltim berharap, optimalisasi kawasan eks Bandara Temindung menjadi contoh pengelolaan aset daerah yang produktif dan berkelanjutan. Dampaknya bukan hanya pada peningkatan PAD. Tetapi juga pada tumbuhnya kepercayaan publik. (SON)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami



















