Pranala.co, SANGATTA — Pertumbuhan ekonomi Kutai Timur (Kutim) kembali mencatatkan angka impresif. Laporan Bappeda menunjukkan laju pertumbuhan daerah ini melampaui 10 persen dan menjadi yang tertinggi di Kalimantan Timur. Namun, capaian itu belum sepenuhnya menghadirkan kesejahteraan yang merata bagi masyarakat.
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menegaskan, tingginya pertumbuhan ekonomi belum sejalan dengan pemerataan manfaat. Struktur ekonomi yang masih bertumpu pada sektor pertambangan dan perkebunan membuat keuntungan lebih banyak dirasakan pelaku usaha berskala besar.
“Produk domestik bruto Kutim masih dipengaruhi batu bara, minyak, dan sawit. Tapi yang pasti, ke masyarakat tidak terlalu banyak karena dinikmati pengusaha padat modal,” ujar Ardiansyah, Sabtu (15/11) malam.
Menurutnya, daerah tidak boleh hanya puas dengan angka pertumbuhan. Pemerintah harus memastikan masyarakat lokal mendapatkan ruang yang lebih besar sebagai pelaku usaha maupun tenaga kerja.
“Pertumbuhan tinggi ini harus diikuti transformasi ekonomi. Sumber daya alam di Kutai Timur harus dikelola masyarakat,” tegasnya.
Ia menekankan pentingnya mendorong sektor padat karya. Pergeseran ini dinilai menjadi pintu masuk untuk membuka lebih banyak lapangan kerja sekaligus meningkatkan daya saing usaha kecil.
Ardiansyah juga mengungkapkan bahwa Pemkab Kutim terus memperluas program pemberdayaan bagi UMKM, pemuda, dan pelaku ekonomi kerakyatan. Dukungan terhadap industri rumahan dan usaha mikro dinilai menjadi strategi jangka panjang untuk mengurangi ketimpangan.
“Pelan-pelan kita dorong UMKM, home industry, dan ekonomi kerakyatan. Kami bangga pertumbuhannya tinggi, tapi sedih karena belum merata,” tambahnya.
Ke depan, pemerintah daerah akan memperkuat kolaborasi dengan organisasi kepemudaan, komunitas ekonomi lokal, hingga kelompok masyarakat desa. Tujuannya: membuka kesempatan usaha seluas mungkin dan memastikan hasil pertumbuhan dapat dirasakan masyarakat dari berbagai lapisan.
Dengan langkah-langkah ini, Pemkab Kutim berharap transformasi ekonomi berjalan lebih cepat dan manfaat pembangunan dapat dirasakan secara lebih adil. (ADS)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami



















