Pranala.co, BALIKPAPAN – Pengelolaan sampah terpadu berbasis biokonversi di Kecamatan Muara Jawa, Kabupaten Kutai Kartanegara, kini memberi manfaat nyata bagi warga. Program ini terlaksana berkat dukungan Pertamina Hulu Sanga-Sanga (PHSS) melalui Corporate Social Responsibility (CSR) yang difokuskan pada pengembangan masyarakat berkelanjutan.
Kolaborasi tersebut dijalankan bersama Gerakan Muara Jawa Bersih (GMJB), sebuah organisasi nonpemerintah yang konsisten mengelola sampah secara terpadu dari hulu hingga hilir.
Camat Muara Jawa, Muhammad Ramli, menyebut GMJB berperan penting dalam mengelola sampah di wilayahnya. Meski fasilitas dan peralatan berasal dari pemerintah, namun pengelolaan sepenuhnya dilakukan GMJB.
“Output dari kerja mereka sudah luar biasa. Sampah plastik yang dulunya sulit terurai, kini bisa diolah menjadi BBM seperti solar, minyak tanah, dan premium (bensin),” ungkap Ramli, Senin (29/9).
Selain itu, limbah plastik yang tidak memiliki nilai jual juga diolah menjadi paving block. “Hasil ini membuat nilai jual lebih tinggi dan meningkatkan pendapatan para pemilah sampah, yang merupakan mitra GMJB,” tambahnya.
Saat ini GMJB sudah mempekerjakan 41 warga lokal. Mereka tidak menerima gaji tetap, melainkan memperoleh penghasilan harian dari hasil pemilahan. Selama 20 tahun berjalan, GMJB rata-rata mengangkut sekitar 35 ton sampah per hari.
Meski menghadapi tantangan, seperti penumpukan sampah saat armada libur, pengelolaan tetap berjalan berkat kolaborasi bersama pemerintah dan dukungan CSR perusahaan, termasuk PHSS. “Salah satunya fasilitas yang kita gunakan sekarang ini merupakan bantuan CSR PHSS,” jelas Ramli.
Ketua GMJB, Ahmad Taufik, menambahkan bahwa dukungan PHSS juga sangat terasa dalam pengelolaan sampah organik. Sampah organik dapur (SOD) diolah menjadi pakan ternak melalui budidaya maggot. Dari maggot ini lahir berbagai produk turunan, mulai dari pakan ayam, ikan, unggas, hingga pupuk organik.
“Awalnya siklus sempat terputus. Tapi sejak ada PHSS yang langsung turun melakukan pengembangan dan pendampingan, produksinya meningkat,” ujarnya.
Menurut Taufik, PHSS membantu menyediakan bibit maggot serta pemenuhan kebutuhan pakan berupa SOD. Bahkan, sisa makanan dari dapur di area PHSS juga dikelola bersama GMJB. “Semuanya dimanfaatkan,” tegasnya.
Selain budidaya maggot, sampah organik juga diolah melalui komposting, fermentasi, hingga dimanfaatkan menjadi biomassa sebagai energi alternatif yang lebih murah. Hasil pengolahan ini digunakan untuk mendukung perikanan, budidaya unggas, hortikultura, serta memberi manfaat ekonomi melalui penjualan ke masyarakat.
Keberadaan GMJB dengan dukungan CSR PHSS terbukti tidak hanya menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi sirkular.
Melalui prinsip reduce, reuse, dan recycle, pengelolaan sampah mampu menghasilkan nilai tambah, menekan emisi karbon, sekaligus mendukung ketahanan pangan lokal.
“Mudah-mudahan ke depan GMJB bisa terus bertahan dan selalu mendapatkan support dari pihak pemerintah maupun perusahaan,” harap Taufik.
Sementara itu, Head of Comrel & CID Zona 9, Elis Fauziyah, menegaskan bahwa keberadaan perusahaan di sekitar pemukiman masyarakat bukan semata untuk kepentingan internal.
“Keberadaan kita itu bukan hanya untuk keuntungan perusahaan saja, tapi juga harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar,” terangnya.
Menurut Elis, hal itu diwujudkan dengan melakukan kolaborasi bersama GMJB yang juga menjadi bagian dari program Pemerintah Kecamatan Muara Jawa melalui pengelolaan sampah secara terpadu.
Program ini telah memberikan dampak berkelanjutan, mulai dari penyerapan limbah organik sebanyak 36 ton per tahun yang berhasil menurunkan emisi gas rumah kaca hingga 400,87 Karbon Dioksida Ekuivalen, hingga peningkatan pendapatan anggota GMJB yang mencapai Rp468 juta per tahun.
Tambahnya, keberadaan program ini juga membuka lapangan pekerjaan baru bagi 13 anggota GMJB yang tergolong kelompok rentan, sekaligus memperkuat jaringan kemitraan antara GMJB dan PHSS dalam pengelolaan sampah organik domestik perusahaan.
“Kita berharap kehadiran perusahaan dapat mendukung penuh program tersebut sekaligus memberi kebermanfaatan nyata bagi masyarakat, khususnya yang berada di ring satu PHSS,” jelas Elis. (SR)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami



















